Pantauan Penertiban Alat Peraga Kampanye di Bengkulu Tengah Memasuki Masa Tenang

Pantauan Penertiban Alat Peraga Kampanye di Bengkulu Tengah Memasuki Masa Tenang

Penertiban APK yang masih terpasang padahal masa kampanye sudah berakhir gencar dilakukan di Kabupaten Bengkulu Tengah Minggu 11 Februari 2024--

Pantauan Penertiban Alat Peraga Kampanye di Bengkulu Tengah Memasuki Masa Tenang

RAKYATBENTENG.COM - Sesuai jadwalnya, tahapan kampanye Pemilu 2024 telah berakhir pada tanggal 10 Februari 2024. Ini artinya, peserta Pemilu 2024 tidak diperkenankan atau dilarang untuk melakukan kegiatan kampanye.

Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan jadwal Masa Tenang Pemilu 2024 berdasarkan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2024.

BACA JUGA:Wow! 7 Desa di Bengkulu Tengah Diguyur Dana Desa Tahun 2024 di Atas Rp1 Miliar, Ini Daftarnya

BACA JUGA:Meski Berstatus Sitaan Kejaksaan, Sejumlah Penghuni Rumah di Perumahan Bengkulu Tengah Masih Bertahan

BACA JUGA:Mobil Avanza Masuk Jurang Sedalam 3 Meter di Liku Sembilan, Begini Kondisi Para Korban

Merujuk pada Pasal 1 angka 10 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022, yang dimaksud dengan masa tenang adalah masa yang tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas Kampanye Pemilu.

Tahapan masa tenang sendiri ditetapkan selama tiga hari. Itu artinya masa tenang dimulai pada hari Minggu hingga Selasa tanggal 11-13 Februari 2024.

Dari pantauan wartawan di beberapa kecamatan Bengkulu Tengah pada Minggu 11 Februari 2024 tim gabungan yang terdiri dari Bawaslu, Panwascam, Kepolisian, Satpol PP dan elemen lainnya melakukan penertiban terhadap Alat Peraga Kampanye (APK). 

Di wilayah Taba Penanjung, dari keterangan Ketua Panwascam setempat, Hosi’i bahwa sebagian besar APK sudah ditertibkan secara mandiri oleh peserta Pemilu melalui timnya masing-masing.

“95 persen ditertibkan secara mandiri,  artinya untuk hari ini (Minggu, red) kami hanya menertibkan sisanya saja. Sejauh ini kegiatan berjalan aman dan lancar tidak ada kendala berarti,” ungkap Hosi’i.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: