Ramai Kritik Bawaslu Bengkulu Tengah Gelar Kegiatan di Kota Bengkulu, Mantan Komisioner KPU Nilai

Ramai Kritik Bawaslu Bengkulu Tengah Gelar Kegiatan di Kota Bengkulu, Mantan Komisioner KPU Nilai

Haidir mantan Komisioner KPU Bengkulu Tengah--

Ramai Kritik Bawaslu Bengkulu Tengah Gelar Kegiatan di Kota Bengkulu, Mantan Komisioner KPU Nilai  

RAKYAT BENTENG.COM - Salah seorang mantan Komisioner KPU Benteng, Haidir, S.IP turut angkat bicara menanggapi pemilihan lokasi kegiatan dari pihak Bawaslu Benteng di Kota Bengkulu ketimbang di Benteng. Terbukti dari beberapa kegiatan yang diadakan, lokasinya melulu di Bengkulu. Sebelumnya dari politisi, aktivis LSM, tokoh masyarakat, mantan Komisioner Panwaslu melontarkan kritik pedas.

"Selama saya jadi penyelenggara Pemilu belum pernah kami membuat kegiatan di Kota Bengkulu, kurang beretika saja. Kenapa tidak memberdayakan yang ada di Benteng ini, sangat memadai menurut kami. Tidak ada persoalan selama kami mengadakan kegiatan. Dengan begitu juga kita telah ikut membangun daerah. Menurut kami butuh intervensi dari Pemkab agar setiap kegiatan harus digelar di Benteng," ujar Haidir.

"Kemudian persoalan adanya komisioner yang tidak berdomisili di Benteng, yang bersangkutan dari awal mendaftar seleksi harus melampirkan syarat domisili itu. Ada surat pernyataan di atas materai. Tentu ada konsekuensi yang harus ditanggung jika faktanya tidak benar," tandas Haidir

BACA JUGA:Bawaslu Bengkulu Tengah Tak Mempan Dikritik, Mantan Ketua Panwaslu Sampaikan Pesan Menohok

BACA JUGA:Sekda Rachmat Minta Pejabat Bengkulu Tengah Selalu Hadir di Tengah-Tengah Masyarakat

BACA JUGA:Mobil Pemadam Kebakaran Hangus Terbakar Dipasangkan Police Line, Kerugian Belum Bisa Diperkirakan

Kades Dusun Baru I Kecamatan Pondok Kubang, Fauzi membeberkan fakta yang menjawab keraguan sejumlah pihak akan domisili salah seorang Komisioner Bawaslu Bengkulu Tengah (Benteng). Kepada wartawan kemarin, Fauzi membenarkan ada salah seorang Komisioner Bawaslu Benteng yang tercatat sebagai warganya. Sesuai dengan alamat yang tertera pada KTP bersangkutan. 

Namun lebih jauh Fauzi mengaku tidak tahu pasti apakah komisioner tersebut beserta keluarganya tinggal di desanya atau ada rumah lain. 

"Saya sudah koordinasi dengan kepala dusun, ia membenarkan bahwa ada salah satu Komisioner Bawaslu yang merupakan warga kami sejak sebelum saya dilantik pada bulan Juli. Rumahnya di salah satu komplek perumahan. Saya kurang tahu apakah beliau menunggui rumah tersebut atau tidak," ungkap Fauzi.(tim)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: