Ada Dugaan Pemotongan Beasiswa PIP, SMK yang Dituding Membantah, Begini Penjelasannya

--
Ada Dugaan Pemotongan Beasiswa PIP, SMK yang Dituding Membantah, Begini Penjelasannya
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID – Informasi dugaan pemotongan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) terjadi di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah.
Informasinya, pemotongan ini tertuju pada salah satu SMK di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Tak tanggung-tanggung, jika berdasarkan keterangan wali murid, pelajar penerima PIP hanya menerima Rp200 ribu dari total beasiswa PIP Rp1 juta per orang.
Saat dikonfirmasi, kepala SMK bersangkutan membantah adanya pemotongan langsung dana PIP.
BACA JUGA:Apa Itu Masa Sanggah Seleksi CASN 2023, Simak Penjelasan BKN Biar Tak Salah Paham
BACA JUGA:Kantor Divisi 4 Perusahaan Kelapa Sawit di Bengkulu Tengah Ludes Dilalap Si Jago Merah
Namun yang terjadi adalah dana tersebut sebagian dipergunakan memenuhi sumbangan untuk keperluan sekolah yang sudah disepakati melalui rapat komite dan orang tua pelajar beberapa waktu lalu.
‘’Sebelumnya sudah ada rapat bersama orang tua dan komite terkait dengan sumbangan rutin bagi pelajar guna menunjang keperluan sekolah. Karena ada beberapa pelajar yang masih menunggak, maka solusinya dibayarkan melalui dana PIP yang diterima mereka. Sehingga mereka tidak diberatkan,’’ ujar kepala sekolah.
Sementara itu, oknum guru yang dituding melakukan pemotongan menjelaskan jika pada tahun ini terdapat 41 pelajar yang masuk daftar penerima PIP.
Adapun rinciannya sebagai berikut, 18 orang telah menerima uang, 2 orang belum mencairkan lantaran lupa pin ATM, 5 orang memang belum masuk uangnya ke rekening, 7 orang tidak pernah masuk ke sekolah, 3 orang belum aktivasi buku rekening, 4 orang belum mengumpulkan berkas dan 2 orang sudah menikah sehingga tidak bersekolah lagi.
BACA JUGA:OJK Rilis 101 Perusahaan Fintech Lending Berizin Terbaru 9 Oktober 2023, Ini Daftar Lengkapnya
Ia membantah jika tidak pernah adanya pemotongan hingga Rp800 ribu.
Adapun pencairan PIP ini dilaksanakan dalam 4 tahapan. Setiap tahapan akan dicairkan dengan nominal Rp250 ribu.
‘’Setiap tahap, pelajar menerima Rp250 ribu. Sekarang ini sudah masuk tahap kedua. Dalam proses pencairan, kami mendampingi siswa bersangkutan untuk melakukan penarikan di mesin ATM. Memandu agar tidak salah dalam memasukkan pin yang berakibat kartu diblokir,’’ jelasnya.
Terpisah, salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya, menuturkan anaknya yang bersekolah di salah satu SMK tersebut terdaftar sebagai penerima PIP.
BACA JUGA:Bestie Malu Ya Terlihat Gemuk?, Berikut Ini Tips Gunakan Pakaian Agar Terlihat Lebih Langsing
Bulan Oktober ini, dana tersebut cair namun tak sesuai yang diharapkan.
Setelah dicari tahu, dana tersebut diduga dipotong oleh oknum guru di SMK bersangkutan dengan alasan biaya administrasi dan biaya untuk uang komite sekolah.
‘’Anak saya masuk dalam daftar penerima PIP. Program anggota dewan juga, Dewi Coryati. Seharusnya anak saya terima Rp1 juta yang uangnya ditransfer ke rekening. Tapi anak saya malah hanya menerima Rp200 ribu. Alasan oknum guru, dana ada keperluan untuk uang komite dan biaya administrasi,’’ pungkasnya.(fry/cw2)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: