HEBOH! Pria Usia 61 Tahun Asal Bengkulu Tengah Ditemukan Meninggal Dunia di Lahan Persawahan

HEBOH! Pria Usia 61 Tahun Asal Bengkulu Tengah Ditemukan Meninggal Dunia di Lahan Persawahan

Jenazah yang ditemukan di lahan persawahan.--

HEBOH! Pria Usia 61 Tahun Asal Bengkulu Tengah Ditemukan Meninggal Dunia di Lahan Persawahan

RAKYATBENTENG.COM – Kejadian menghebohkan terjadi di Desa Sukarami Kecamatan Taba Penanjung pada Selasa 26 September 2023 malam. Warga desa menemukan seorang pria dalam keadaan tidak bernyawa di lahan persawahan kering desa setempat. Setelah diselidiki, jenazah tersebut merupakan Sugimin (61).

Informasi yang diterima, meninggalnya Sugimin diduga mengalami sesak nafas lantaran menghirup asap dari pembakaran lahan persawahan yang kering tersebut. Usai ditemukan, jenazah dibawa ke rumah duka.

BACA JUGA:Seleksi PPPK Kementan 2023: Sertifikat Ini Punya Bobot Nilai 15-25 Persen Loh!

BACA JUGA:Jangan Khawatir, Kamu Bisa Gunakan Hero Ini Jika Bertemu si Gesit Satu Ini!

 

Kadun III Desa Sukarami, Sadianto membenarkan kejadian tersebut. Informasi yang diterima dari warga, jika Sugimin sejak pagi berada di lahan persawahan kering untuk melakukan pembakaran hingga menunggu malam hari. Diduga, asap dari api pembakaran tersebut terhirup dan mengakibatkan sesak.

 

‘’Informasinya karena sesak nafas menghirup asap dari pembakaran lahan persawahan kering. Rencananya lahan itu akan ditanami kacang,’’ ujar Sadianto.

BACA JUGA:Seleksi PPPK Tenaga Teknis BKN 2023: Tawarkan Gaji Maksimal Rp9.403.380, Cek Dulu Persyaratan Khususnya

BACA JUGA:Kementerian Perhubungan Buka Ribuan Formasi PPPK 2023, Ada untuk Lulusan SMK, Baca Syaratnya di Sini

 

Sementara itu, Kapolres Benteng, AKBP. Dedi Wahyudi, S.Sos, S.Ik, MH, M.Ik melalui Kasat Reskrim, AKP. Wahyu Wijayanta, S.I.Kom melalui Kapolsek Taba Penanjung, Iptu. Junairi, SH, MH mengatakan jika personel ikut mengunjungi ke rumah duka.

 

‘’Benar ada penemuan itu. Kalau informasi dari warga, memang yang bersangkutan sudah mengalami sakit sejak lama. Ditambah lagi saat di pondok persawahan juga sering sakit,’’ pungkas Junairi.(fry/cw1)

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: