BACA JUGA:Gabungan Ormas Hingga Tokoh Masyarakat Minta Pj Bupati Bengkulu Tengah Nonaktifkan Kaban Kesbangpol
BACA JUGA:Setelah PPP, Giliran PKS Beri Rekomendasi Usung Rachmat Riyanto Bakal Cabup Bengkulu Tengah
BACA JUGA:Lulusan SMA/SMK Merapat, Bank BNI Buka Lowong Terbaru Juli 2024, Cek Posisi dan Kualifikasinya
Dibeberkan Tiwot_sapaan akrabnya, item belanja yang nilainya mencurigakan adalah belanja sewa tenda sebesar Rp32.000.000/paket dengan belanja sewa sound system sebesar Rp8.500.000/paket.
"Ya ada (DPA, red). Kita hanya mengikuti sesuai yang disampaikan pak Kaban dengan wartawan, agar mencaritahu sendiri besaran anggarannya (Upacara HUT Bengkulu Tengah, red). Di situ (DPA, red) ada tertera anggaran sewa tenda dan sound system yang besarannya menurut kami mencurigakan. Cukup besar, Rp32.000.000 untuk tenda dan Rp8.500.000 untuk sound. Akan kami cek di tempat penyewaannya, apakah memang harganya sesuai di DPA. Dan kita akan cari tempat pembandingnya," urai Tiwot.
4. Dugaan Intimidasi Terkuak
Salah seorang pejabat di Badan Kesbangpol, Liana Hartini bicara blak-blakan seputar kondisi yang terjadi di internal kantornya belakangan kepada wartawan pada Rabu 3 Juli 2024. Liana mengklarifikasi bahwa bukan kemauannya sendiri yang beberapa kali tidak meladeni wawancara wartawan.
Namun Liana mengaku bahwa pasca ia memberikan statmen di media lalu, ia diduga mendapat intimidasi dari pimpinan untuk tidak lagi mengeluarkan pernyataan.
Teguran keras diterima Liana di dalam WhatsApp grup kantornya, tak pelak hal itu membuat Liana malu dan merasa bersalah. Sementara ia hanya memberikan pernyataan sesuai pertanyaan yang diajukan wartawan.
"Beliau sempat marah di grup (WA, red) dan mengarahkan kami untuk tidak memberitahukan dengan alasan harus satu pintu dengan tujuan agar tidak salah jawab ataupun berita miring, sehingga kami tidak bisa mengeluarkan statmen apapun. Jadi bukannya kami sengaja,” ungkapnya.
Kepala Badan Kesbangpol Bengkulu Tengah, Andi Erzantara saat dihubungi wartawan Kamis 4 Juli 2024 membantah bahwa dirinya diduga mengintimidasi bawahan sebagaimana dibeberkan 2 orang kabidnya dengan tidak terbuka kepada media dan memberikan statmen.
5. Bersitegang dengan Mantan Kaban
Tudingan yang dialamatkan pada dirinya terkait dugaan intimidasi terhadap bawahan mendapat bantahan langsung dari Kaban Kesbangpol Andi Erzantara.
"Kemarin (Rabu, red) kan saya izinkan para kabid memberikan klarifikasi dengan didampingi ibu Eka Asisten 2, sebagai bentuk kebebasan menyampaikan pendapat," terang Andi.
"Kalau persepsi setiap orang kan bisa berbeda-beda dalam menerima dan menafsirkan sebuah informasi," lanjut Andi dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Eka Nurmeini saat diminta tanggapannya membantah bahwa dirinya terkesan diminta Andi mendampingi kedua Kabid di Kesbangpol memberi penjelasan kepada media. Eka menegaskan bahwa pendampingan oleh dirinya murni diminta Liana dan Widodo, dimana keduanya pernah menjadi bawahan Eka ketika Eka memimpin Badan Kesbangpol, terakhir Eka menduduki jabatan Plt Kaban lantaran posisi Kaban kosong.