DAHSYATNYA Doa Anak Yatim: Pernah Meluluhlantakkan Peradaban Manusia

DAHSYATNYA Doa Anak Yatim: Pernah Meluluhlantakkan Peradaban Manusia

Ilustrasi--

DAHSYATNYA Doa Anak Yatim: Pernah Meluluhlantakkan Peradaban Manusia

RAKYAT BENTENG.COM - Anak yatim adalah anak yang ditinggal meninggal dunia oleh ayahnya saat masih kecil atau belum memasuki usia baligh.

Anak yatim yang kurang mampu memiliki kedudukan yang utama dan menjadi prioritas dalam menerima santunan, zakat, infaq, dan shodaqoh.

Mereka sangat dimuliakan oleh Allah SWT hingga disebut sebanyak 23 kali di dalam Al-Quran.

Allah SWT secara tegas mengatakan bahwa anak yatim adalah sosok yang harus dikasihi, dipelihara dan diperhatikan seperti yang tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 220:

“Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakan lah “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik,” (QS. Al-Baqarah [2]: 220).

Sebaliknya, bagi siapa saja yang menzolimi anak yatim akan mendapatkan siksaan yang sangat pedih yaitu masuk ke dalam neraka, karena perbuatan tersebut termasuk dalam kategori perbuatan dosa besar.

Dikutip dari laman kemenag.go.id., kedahsyatan doa anak yatim pernah menghancurkan sebuah peradaban manusia. Dari kisah ini diharapkan menjadi pelajaran bagi kita semua untuk senantiasa mengasihi anak yatim dan jangan menzolimi mereka. 

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda: “Takutlah dengan air mata anak yatim dan doa yang yang dilalimi, karena keduanya tetap berputar-putar sekalipun di waktu malam”. 

Kisah Raja Syaddad Ingin Menyaingi Tuhan

Di zaman pra sejarah terdapat empat Maharaja yang berhasil menguasai seluruh dunia. Dua raja di antaranya Muslim yakni Nabi Sulaiman dan Raja Dzul Qarnain (Alexander) dan dua lagi melawan Tuhan, yakni Raja Namrud dan Raja Syaddad. 

Nama Raja Syaddad tidak diekspos dalam Al-Quran tetapi istana kotanya disebut di dalam QS. Al-Fajr ayat 7-8:

“(yaitu) Penduduk Iram yang memiliki bangunan-bangunan mencakar langit yang belum pernah dibangun seperti itu di negeri-negeri lain”.

Iram yang disebut dalam salah satu ayat Alquran itu menurut al-Hamdani (w. 334 H./946 M.) dan Yaqut al-Hamawi (w. 627 H./1229 M) merupakan kota yang berisi bangunan mencakar langit hasil bangunan Raja Syaddad bin ‘Aad namun hilang musnah tertimbun pasir. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: