Bunga Rafflesia Kembali Mekar, Lokasinya Tak Disangka-sangka

Bunga Rafflesia Kembali Mekar, Lokasinya Tak Disangka-sangka

Bunga Rafflesia yang mekar di kawasan PT. RAA Desa Sekayun Kecamatan Bang Haji.--

RAKYATBENTENGBunga Rafflesia Arnoldi ditemukan mekar sempurna, namun kali ini bukannya di kawasan pegunungan Liku 9 Desa Tanjung Heran, Kecamatan Taba Penanjung yang dikenal sebagai habitatnya. Bunga ini tumbuh dan mekar di kawasan perkebunan kelapa sawit milik PT. RAA, tepatnya di Desa Sekayun, Kecamatan Bang Haji.

Ketua DPRD Benteng, Budi Suryantono, S.Sos, M.Si mengatakan dirinya telah mendapatkan kiriman foto terkait dengan telah mekarnya bunga Rafflesia di Desa Sekayun. Bunga ini mekar dengan lima kelopak.

‘’Pemandangan yang tidak biasa terjadi di desa. Warga menemukan ada bunga Rafflesia yang mekar di kawasan perusahaan. Sangat indah sekali dengan lima kelopak yang mekar,’’ ujar Budi.

Budi mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama melestarikannya, jangan malah melakukan pengerusakan. 

‘’Silakan saja kalau mau berfoto. Tapi tetap kita bersama-sama untuk menjaga dan melestarikannya,’’ demikian Budi.

BACA JUGA:Minat Jadi Panwaslu Desa, Pendaftaran Dibuka Tanggal 14, Ini Tahapan dan Syarat-syaratnya

BACA JUGA:ETLE Mobile Satlantas Polres Bengkulu Tengah Belum Maksimal, Ini Kendalanya…

Mengenal Bunga Rafflesia

Dilansir dari wikipedia, Padma raksasa (Latin: Rafflesia arnoldii) adalah tumbuhan parasit obligat yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia ke-1.

Bunga Rafflesia dikatakan bunga yang unik karena hanya berupa bunga mekar tanpa daun, akar dan tidak memiliki batang.

Rafflesia memiliki jaringan yang mirip seperti fungsi akar yang disebut haustarium.

Selain itu, Rafflesia tumbuh dan bergantung pada inang di jaringan tumbuhan merambat (liana) Tetrastigma dan tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesis.

Tumbuhan inang yang akan membantu Raflessia untuk berfotosintesis.

BACA JUGA:Korban Asusila Diduga Depresi, Dua Instansi Ini Lakukan Pendampingan

BACA JUGA:Tips Kehabisan Saldo e-Toll Saat di Gardu Tol, Jangan Buru-Buru Panik!

Sejarah

Rafflesia arnoldii ditemukan pada 1818 oleh Dr. Joseph Arnold dan Sir Thomas Stamford Raffles, di hutan tropis Sumatra.

Bunga ini ditemukan pertama kali di suatu tempat dekat Sungai Manna, Lubuk Tapi, Kabupaten Bengkulu Selatan, sehingga Bengkulu dikenal sebagai Bumi Rafflesia.

Seorang pemandu yang bekerja pada Dr. Joseph Arnold yang menemukan bunga raksasa ini pertama kali.

Dr. Joseph Arnold sendiri saat itu tengah mengikuti ekspedisi yang dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles.

Jadi penamaan bunga Rafflesia arnoldii didasarkan dari gabungan nama Thomas Stamford Raffles sebagai pemimpin ekspedisi dan Dr. Joseph Arnold sebagai penemu bunga.

Bunga ini termasuk tumbuhan endemik di Pulau Sumatra, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatra Selatan).

Taman Nasional Kerinci Seblat adalah daerah konservasi utama spesies ini. Bunga jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus Rafflesia yang lainnya merupakan salah satu genus yang statusnya terancam (Endagered) akibat punahnya habitat yang mendukung kehidupannya, salah satunya karena penggundulan hutan yang dahsyat.

Morfologi dan Taksonomi

Bunga Rafflesia merupakan parasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai.

Diameter bunga ketika sedang mekar bisa mencapai 70–110 sentimeter dengan tinggi mencapai 50 sentimeter. Bunga ini berbobot sekitar 11 kilogram.

Bunga mengisap unsur anorganik dan organik dari tanaman inang Tetrastigma.

Satu-satunya bagian yang bisa disebut sebagai "tanaman" adalah jaringan yang tumbuh di tumbuhan merambat Tetrastigma.

Bunga mempunyai lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong.

Di dasar bunga terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi benang sari atau putik bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau betina. Hewan penyerbuk adalah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga.

Bunga hanya berumur sekitar satu minggu (5–7 hari) dan setelah itu layu dan mati.

Persentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun jika ada lalat yang datang membuahi.

Penggolongan jenis Rafflesia masih didasarkan pada bentuk struktur dan morfologi bunga.

Belum adanya kesepakatan antara para ahli taksonomi untuk mendeskripsikannya ke dalam karakter tertentu.

Sampai saat ini karakter yang digunakan untuk membedakan jenis Rafflesia adalah:

* Ukuran diameter bunga pada saat mekar

* Diameter bukaan diafragma (lubang di tengah bunga)

* Jumlah prossesus (cuatan seperti duri di tengah bagian bunga)

* Jumlah dan pola bintil-bintil putih yang tersebar menutupi mahkota

* Jumlah dan ukuran lingkar barisan bintil-bintil yang berada di bawah permukaan diafragma

* Jumlah anther (kepala sari) adalah 40 pada Rafflesia arnoldii jantan

* Panjang dan struktur ramenta (bulu-bulu yang tumbuh pada diafragma) dan posisinya

* Jumlah annuli pada dasar perigon (struktur yang menyerupai cincin yang melingkar di dasar bunga)

* Penyebaran atau lokasi tumbuh.(**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: