Gawat! Harga Minyak Dunia Naik Imbas Ketegangan Iran-Israel, Bagaimana Nasib BBM RI?

Gawat! Harga Minyak Dunia Naik Imbas Ketegangan Iran-Israel, Bagaimana Nasib BBM RI?

Ilustrasi--

Gawat! Harga Minyak Dunia Naik Imbas Ketegangan Iran-Israel, Bagaimana Nasib BBM RI

RAKYATBENTENG.COM - Harga minyak mentah dunia mengalami peningkatan, imbas dari ketegangan Iran-Israel dan sebaliknya. 

Dilansir dari kabarbumn.com, harga minyak mentah jenis Brent diperdagangkan di atas US$90 setelah ditutup 1,1% lebih tinggi pada Rabu 10 April 2024. Sementara harga West Texas Intermediate (WTI) mendekati US$86.

Bagaimana dengan nasib BBM di RI? Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan mengatakan ketegangan geopolitik dan pengurangan pasokan OPEC+ telah mengerek harga minyak dunia tahun ini naik hampir 18%.

Ia menambahkan, di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia, Pertamina Patra Niaga akan terus menjaga pasokan BBM nasional serta stabilitas harga.

“Kecenderungan harga minyak mentah naik, namun kami tetap memastikan pasokan BBM nasional dalam kondisi aman. Kami juga komitmen menjaga harga BBM domestik tetap stabil agar tidak berdampak pada inflasi dan daya beli masyarakat,” ujar Riva.

Riva menambahkan, Pertamina mengambil kebijakan mempertahankan harga walaupun biaya produksi BBM meningkat seiring kenaikan harga minyak dunia.

BACA JUGA:Heboh Aturan Ganti Seragam Sekolah, Ini Sosok Pencetus Warna Seragam Sekolah SD, SMP dan SMA

BACA JUGA:Siap-Siap, Kemendikbudristek Buka Lowong 40.541 Formasi CASN Tahun Ini, Cek Rinciannya

"Sebagai perusahaan negara, kami mendukung upaya Pemerintah menjaga perekonomian nasional lebih stabil dan kondusif," imbuh Riva.

Di tengah kondisi tersebut, lanjutnya Pertamina Patra Niaga juga memastikan stok BBM nasional aman selama masa Satgas RAFI.

Pasokan tersedia jauh lebih tinggi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama arus mudik dan balik Lebaran

Saat ini, stok Pertalite tercatat di level 20 hari, Pertamax 41 hari, Turbo 58 hari, Solar dan Biosolar 22 hari, Dex 70 hari serta Avtur 41 hari.

“Penambahan stok selama masa Satgas RAFI telah disiapkan sejak Satgas Natal dan Tahun Baru untuk memastikan kebutuhan nasional terpenuhi dengan baik,” imbuh Riva

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: