GOLBE: Kunjungan Pasien Meningkat Bukan Indikator Kemajuan Rumah Sakit!

GOLBE: Kunjungan Pasien Meningkat Bukan Indikator Kemajuan Rumah Sakit!

--

 

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Pernyataan sebelumnya dari Direktur RSD Sungau Lemau Bengkulu Tengah, Ida Riyani bahwa medsos telah membantu mempromosikan segala bentuk fasilitas dan layanan terkini, terbukti dengan meningkatnya kunjungan pasien kembali menuai respon dari aktivis GOLBE.

 

Hasnul Effendi selaku Koordinator GOLBE tidak sependapat jika peningkatan kunjungan pasien jadi indikator kemajuan rumah sakit.

 

"Justru jika pasien rumah sakit meningkat menandakan tingginya angka penyakit tertentu di daerah kita ini. Artinya pencegahan oleh Dinas Kesehatan gagal. Menurut kami hal itu bukanlah sebuah prestasi. Kemudian soal perubahan sikap petugas yang katanya lebih ramah, memang seharusnya seperti itu dalam melayani. Dari referensi yang kami baca, kemajuan rumah sakit diukur dari mutu klinis, efisiensi operasional, keselamatan pasien, dan kepuasan layanan," papar Fendi.

 

BACA JUGA:SIPLAH Telkom Diperkenalkan, Bupati Rachmat Minta Kepala Sekolah Bijak Hadapi Era Digital

BACA JUGA:Diduga Tak Ada Laporan Pengelolaan, BPD Pertanyakan Kejelasan Sapi Program Ketahanan Pangan Desa

 

"Kami tetap mengapresiasi jika memang ada layanan baru dan perubahan lain, tapi yang kami sorot adalah apakah pelayanannya sudah cepat, obat selalu tersedia, dan petugas tidak tebang pilih dalam melayani pasien. Jangan sampai RS cuma jadi studio atau panggung konten yang cenderung untuk pencitraan pribadi dan mengejar popularitas, tapi di loket dan IGD pasien masih antre dan terabaikan," lanjut Fendi.

 

Seterusnya, Fendi mengingatkan kepada direktur yang baru dampak negatif terlalu eksis tampil di konten medsos dapat melunturkan wibawa seorang pimpinan serta mengaburkan profesionalisme.

 

Apalagi isi kontennya lebih ke hiburan yang tidak ada hubungan dengan profesi.

 

BACA JUGA:Panen Kritik Gara-Gara Eksis Ngonten, Ida Pamerkan Kemajuan RSD: Layanan Baru, Kunjungan Pasien Meningkat

BACA JUGA:Kasus Pelecehan Anak di Bawah Umur, DP3AP2KB Benteng Pastikan Pendampingan Korban Berlanjut

 

"Dengan melihat pimpinannya eksis membuat konten daripada bekerja berpotensi ditiru oleh bawahan. Pada akhirnya popularitas pribadi di dunia maya menjadi yang utama ketimbang menyelesaikan masalah nyata di rumah sakit," tandas Fendi.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: