Tangani 46 Titik Api Selama Agustus-September, Damkar Bengkulu Tengah Sebut Karhutla Rata-rata Parah
Edwar Novrin, Kadis Damkar Bengkulu Tengah–--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bengkulu Tengah mencatat sebanyak 46 titik kobaran Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) berhasil dipadamkan di sejumlah wilayah sejak Agustus hingga pertengahan September 2026.
Kepala Dinas Damkar Bengkulu Tengah, Edwar Novrin, menyampaikan bahwa proses penanganan kebakaran dalam dua bulan terakhir menguras tenaga ekstra para personel di lapangan.
Hal tersebut disebabkan oleh tingkat keparahan titik kebakaran yang tergolong tinggi, ditambah dengan adanya lokasi yang mengalami kebakaran berulang.
BACA JUGA:Tersepakati, Anggaran Gaji PPPK Rp23 Triliun, Beban Daerah Berkurang
BACA JUGA:Kekurangan Dokter di Puskesmas Perawatan Pagar Jati, Ini Tanggapan Dinkes Bengkulu Tengah
"Ada sekitar 46 titik yang sudah kita padamkan di lokasi berbeda. Terkadang satu titik memerlukan dua hingga tiga kali tindakan pemadaman. Seperti halnya di Desa Srikaton dan Desa Lagan Bungin, api yang sudah padam keesokan harinya kembali menyala karena sisa pangkal pohon masih menyimpan bara dan tertiup angin," ujar Edwar.
Mengenai penyebab utama maraknya peristiwa Karhutla tersebut, Edwar mengaku tidak dapat memastikan apakah ada unsur kesengajaan atau tidak, mengingat fokus utama petugas saat ini adalah merespons cepat setiap laporan masyarakat yang masuk.
Kendati demikian, ia mengingatkan seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan api.
BACA JUGA:30 Kasus Kekerasan Tercatat Semester I 2026, DP3AP2KB Benteng Dorong Keharmonisan Keluarga
BACA JUGA:Dukcapil Benteng Imbau Orang Tua Segera Urus KIA, Gratis Tanpa Pungutan
"Kami tidak bisa menafsirkan apakah lahan tersebut sengaja dibakar atau tidak. Namun, kami mengimbau masyarakat untuk sangat berhati-hati, terutama saat membuang puntung rokok sembarangan atau ketika membersihkan lahan perkebunan yang kerap dibakar lalu ditinggalkan begitu saja tanpa dipastikan padam sepenuhnya," imbau Edwar.
Lebih lanjut, pihaknya juga meminta jajaran pemerintah kecamatan dan desa untuk aktif memberikan pemahaman kepada warga agar selalu berhati-hati dan memperhatikan potensi bahaya saat memanfaatkan api di area terbuka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: