60 KDKMP di Bengkulu Tengah Sudah Masuk Progres Pembangunan

60 KDKMP di Bengkulu Tengah Sudah Masuk Progres Pembangunan

ilustrasi--

 

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID – Program Strategis Nasional (PSN) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bengkulu Tengah masih terus bergulir.

 

Di tengah berbagai isu yang muncul terkait pembangunan koperasi tersebut, sejumlah KDKMP di daerah ini telah memasuki tahapan pembangunan maupun menyelesaikan pembangunan.

 

Data sementara menunjukkan sekitar 59 hingga 60 KDKMP telah masuk dalam progres pembangunan.

 

BACA JUGA:Dokter Spesialis Bakal Turun ke Desa, Pelayanan Kesehatan Bergerak Digelar di 11 Puskesmas

BACA JUGA:Soal Dugaan Rangkap Jabatan Kepala PAUD dan Ketua DPC PPP, Begini Penjelasan Dikbud Benteng

 

Sementara itu, sejumlah desa lainnya masih menghadapi kendala untuk memulai pembangunan.

 

Salah satu persoalan utama yang dihadapi adalah ketersediaan lahan yang memenuhi ketentuan.

 

Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Bengkulu Tengah, Edo Saputra, S.Sos., mengatakan program KDKMP hingga saat ini masih berjalan.

 

Menurutnya, berdasarkan informasi awal yang diterimanya, terdapat sekitar 59 hingga 60 KDKMP yang telah masuk dalam progres pembangunan.

 

BACA JUGA:Berkas SPj Dipertanyakan, Mantan Kepala Sekolah di Bengkulu Tengah Diduga Tak Bayarkan Gaji Honorer

BACA JUGA:Tak Ada Pungutan Kebersihan dan Parkir di Maroba Berbinar, Pedagang Ungkap Faktanya

 

Jumlah tersebut mencakup koperasi yang masih dalam proses pembangunan maupun yang pembangunannya telah selesai.

 

“Sekarang masih berjalan. Karena saya baru di sini, informasi awal yang saya terima itu sebanyak 59 sampai 60 KDKMP yang sedang dalam progres, baik proses membangun maupun sudah selesai dibangun,” kata Edo.

 

Diketahui, Kabupaten Bengkulu Tengah saat ini memiliki 142 desa dan satu kelurahan. Dengan jumlah tersebut, masih terdapat sejumlah KDKMP yang belum melaksanakan pembangunan fisik.

 

BACA JUGA:Final Volleyball Putri U-16 Meriahkan Malam Berbinar, Perintis Muda Keluar sebagai Juara

BACA JUGA:Pemdes Linggar Galing Siapkan Laporan ke Ombudsman RI

 

Edo menjelaskan, salah satu kendala utama yang menyebabkan pembangunan belum dapat dilakukan adalah persoalan lahan.

 

Beberapa desa belum memiliki lahan, sementara desa lainnya memiliki lahan tetapi belum memenuhi ketentuan ukuran yang dipersyaratkan pemerintah pusat.

 

“Kalau untuk yang belum, kendala pertama dan utama memang tidak punya lahan. Kalaupun ada lahan, tetapi tidak mencukupi dengan permintaan kementerian dalam ukuran yang diminta. Namun, kita akan mengupayakan yang terbaik dalam hal tersebut,” pungkas Edo.

 

BACA JUGA:Sudah Dua Bulan Tak Terpasang, Lampu Penerangan Depan Puskesmas Karang Nanding Dipertanyakan

BACA JUGA:Raih 4 Medali, Empat Pelajar SMPN 4 Bengkulu Tengah Ukir Prestasi di Kejurprov Taekwondo Rejang Lebong

 

Pemerintah daerah melalui Disperindagkop UKM Benteng terus melakukan upaya agar pembangunan KDKMP dapat berjalan sesuai ketentuan.

 

Persoalan ketersediaan lahan menjadi salah satu hal yang perlu dicarikan solusi agar seluruh koperasi yang telah dibentuk dapat menjalankan program sesuai tujuan yang ditetapkan.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: