Gara-Gara Kepala SDN 54, Bupati Rachmat Minta Seluruh Kepsek Hadir Program Bersahabat di Wilayah Masing-Masing
ilustrasi--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Pengakuan miris dari seorang Kepala Desa yang menyampaikan dirinya belum mengenal sosok Kepala Sekolah di wilayahnya diduga lantaran tidak adanya inisiatif dari kepsek tersebut untuk sowan bersilaturahmi membuat Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto prihatin.
Tidak ingin hal serupa terjadi di desa lain, mengingat komunikasi dan sinergitas antar Pemdes dengan sekolah cukup penting, bupati mengajak kepada seluruh kepsek untuk aktif mendukung program Bersahabat yang merupakan singkatan dari bersama hadir untuk masyarakat.
Konkritnya, kepsek mesti menghadiri program tersebut di wilayahnya masing-masing.
"Saya mengajak para kepala sekolah bertemu silaturahmi dengan perangkat desa dan masyarakat di wilayahnya. Saya buat namanya program bersahabat. Saya minta kepada Dinas Dikbud, kepala sekolah hadir bersama kami di tengah masyarakat melalui program bersahabat. Siap bapak ibu sekalian? Jadi kalau nanti masih ada perangkat desa yang mengatakan belum bertemu dengan kepala sekolah di desanya artinya dia yang tidak hadir (bersahabat, red)," kata Bupati Rachmat di hadapan seluruh kepsek pada acara baru-baru ini.
Sebelumnya, Kepala Desa Pondok Kelapa, Alamsyah mengaku hingga kini belum mengenal secara langsung Kepala SDN 54 Bengkulu Tengah yang telah beberapa bulan menjabat.
Kondisi tersebut menjadi sorotan karena komunikasi antara sekolah dan pemerintah desa dinilai penting untuk menyelaraskan berbagai program pendidikan maupun pembangunan di lingkungan desa.
Alamsyah, mengatakan di wilayahnya terdapat tiga satuan pendidikan, yakni SDN 54 Bengkulu Tengah, SDN 7 Bengkulu Tengah, dan MIN 4 Bengkulu Tengah.
Menurutnya, dua sekolah lainnya selama ini aktif menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa.
"Kalau yang di SDN 54 saya belum kenal siapa kepala sekolahnya. Kalau seperti MIN dan SDN 7 saya tahu karena memang sering berkoordinasi," ujar Alamsyah.
BACA JUGA:Endus Dugaan Penyelewengan Ketahanan Pangan di Karang Tinggi: 2 Sapi Dijual dan 1.000 Ayam Raib
BACA JUGA:Dukung Gerakan Nasional Zero ODOL, Hutama Karya Perkuat Kampanye SETUJU dan Pengawasan Jalan Tol
"Silaturahmi jangan hanya dengan wali murid, tetapi juga dengan pemerintah desa. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan pendidikan maupun program yang berkaitan dengan masyarakat bisa dicarikan solusi bersama," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: