Sapi Program Ketahanan Pangan Desa di Karang Tinggi Diduga Dijual, Warga Pertanyakan Kejelasan Dana

Sapi Program Ketahanan Pangan Desa di Karang Tinggi Diduga Dijual, Warga Pertanyakan Kejelasan Dana

ilustrasi--

 

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Pengelolaan program ketahanan pangan di salah satu desa dalam wilayah Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, menjadi sorotan masyarakat.

 

Warga mempertanyakan transparansi pengelolaan program penggemukan sapi dan ayam yang dilaksanakan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, program ketahanan pangan tersebut dilaksanakan pada tahun 2025 dengan jenis kegiatan berupa penggemukan sapi dan ayam.

 

BACA JUGA:Empat Lokasi Dipantau, Bupati Rachmat Pastikan Proyek Infrastruktur Beri Manfaat ke Masyarakat

BACA JUGA:Siap Terjun ke Dunia Kerja, 120 Duta SMKN 2 Bengkulu Tengah Jalani PKL di 70 Mitra Industri

 

Namun, warga mempertanyakan keberadaan hasil pengelolaan program tersebut setelah adanya informasi bahwa dua ekor sapi telah dijual menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

 

Warga menduga penjualan sapi tersebut dilakukan tanpa adanya pemberitahuan kepada pihak pengelola BUMDes.

 

Selain itu, dana hasil penjualan yang diperkirakan mencapai sekitar Rp26 juta disebut belum diketahui kejelasannya.

 

"Saya hanya mempertanyakan bagaimana kejelasan sapi dari program ketahanan pangan tahun 2025. Ada dua ekor sapi yang saat ini tidak diketahui bagaimana pengelolaannya. Saya sempat bertanya ke pihak BUMDes, katanya belum menerima uang hasil penjualan tersebut. Nilainya kurang lebih Rp26 juta dan dijual sebelum Idul Adha," ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.

 

BACA JUGA:DP3AP2KB Berikan Edukasi Gizi Melalui DASHAT di 10 Desa

BACA JUGA:Hanya Butuh 24 Jam, Tim URC Polres Bengkulu Tengah Ringkus Pencuri Motor Kabur ke Kepahiang

 

Selain persoalan sapi, warga juga mempertanyakan pengelolaan program ayam.

 

Menurutnya, terdapat sekitar 1.000 ekor ayam dalam program tersebut, namun hingga kini belum diketahui secara pasti bagaimana hasil pengelolaannya.

 

"Kemudian untuk ayam, informasi yang kami dapat jumlahnya sekitar 1.000 ekor. Tetapi kami juga belum mengetahui hasilnya, apakah dijual berapa dan kemana hasil penjualannya," tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Desa setempat membenarkan bahwa program ketahanan pangan berupa penggemukan sapi dan ayam memang dilaksanakan oleh pemerintah desa.

 

BACA JUGA:Kontraktor Rehab Balai Didesak Berikan Klarifikasi Terkait Dugaan Kejanggalan

BACA JUGA:Dampak Siltap Berbulan-bulan Nunggak, Kantor Desa di Bengkulu Tengah Sepi dan Layanan Warga Terganggu

 

Namun, ia menyampaikan bahwa pengelolaan program tersebut telah diserahkan kepada pihak BUMDes sesuai dengan regulasi yang berlaku.

 

Menurutnya, pemerintah desa belum menerima laporan terkait perkembangan maupun hasil pengelolaan program tersebut.

 

"Memang benar ada pengadaan sapi dan ayam melalui BUMDes. Namun, sampai saat ini kami belum mendapatkan laporan terkait hal tersebut. Yang jelas pengadaan tersebut sudah diserahkan kepada pihak BUMDes, apakah sudah dijual atau belum, kami belum mengetahui," ujar Kades.

 

BACA JUGA:Pejabat RSD Eksis di Medsos Panen Kritik, GOLBE: Rumah Sakit Bukan Studio TikTok!

BACA JUGA:GOLBE Ultimatum Pemkab Bengkulu Tengah, Minta Kadis Dukcapil Definitif Segera Dilantik

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BUMDes terkait pengelolaan program ketahanan pangan tersebut, termasuk kejelasan penjualan sapi maupun hasil usaha ayam.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: