Cegah Kecacatan Akibat Stroke, Brain Bypass Surgery Kini Tersedia di Indonesia

Ilustrasi--
Proses Persiapan dan Tindakan
Sebelum menjalani operasi, pasien perlu menjalani beberapa pemeriksaan seperti MRI, CT-Scan, dan angiografi otak untuk menilai kelayakan. Selain itu, tekanan darah pasien harus dijaga stabil untuk mencegah komplikasi.
Operasi ini memerlukan keahlian tinggi dengan teknik mikrovaskular menggunakan mikroskop bedah. Proses operasi berlangsung sekitar 4 hingga 6 jam, di mana proses penyambungan pembuluh darah inti (anastomosis) biasanya memakan waktu sekitar 30 menit.
Masa Pemulihan
Setelah operasi, pasien akan diawasi ketat di ruang ICU selama 24 hingga 48 jam untuk mengantisipasi risiko komplikasi.
BACA JUGA:Kedutan di Wajah Bisa Menjadi Tanda Gangguan Saraf, Simak Penjelasannya!
Biasanya, pasien menjalani rawat inap selama tiga hari dan disarankan untuk beristirahat penuh di rumah selama dua minggu. Kontrol rutin juga diperlukan agar kondisi pembuluh darah otak tetap dalam keadaan baik.
Menurut Prof. Julius, hingga kini, sudah banyak pasien yang berhasil menjalani prosedur Brain Bypass Surgery di RS Siloam Lippo Village dengan hasil yang memuaskan.
“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan medis terbaik agar pasien tidak perlu mencari pengobatan ke luar negeri,” tegas Prof. Julius.
RS Siloam Lippo Village, Pusat Layanan Bedah Saraf Modern
RS Siloam Lippo Village memiliki fasilitas canggih dan tim dokter berpengalaman dalam bidang bedah saraf. Dengan dukungan spesialis neurologi, bedah saraf, serta radiologi, rumah sakit ini menyediakan penanganan menyeluruh bagi pasien dengan gangguan pembuluh darah otak.
BACA JUGA:Penelitian Temukan Bio Disc 3 Meningkatkan Kualitas Air dan Mengurangi Bakteri Berbahaya
Dengan adanya prosedur Brain Bypass Surgery, pasien kini memiliki peluang lebih baik untuk mencegah stroke kambuh, meningkatkan kualitas hidup, serta menghindari komplikasi yang lebih serius.
Untuk informasi lebih lanjut, konsultasi bisa dilakukan melalui MySiloam, mengakses www.siloamhospitals.com/cari-dokter, atau menghubungi Contact Center 1-500-181. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: