Puluhan Pelajar SMAN di Bengkulu Tengah Jadi Korban Dugaan Kekerasan Oknum Guru, Polres Turun Tangan

Puluhan Pelajar SMAN di Bengkulu Tengah Jadi Korban Dugaan Kekerasan Oknum Guru, Polres Turun Tangan

Ilustrasi--

RAKYAT BENTENG.COM - Dunia pendidikan di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) tercoreng oleh perbuatan oknum guru di salah satu SMAN Bengkulu Tengah (Benteng). Informasi terhimpun, oknum guru tersebut ditengarai melakukan kekerasan terhadap puluhan pelajar setempat hingga mereka mengalami lebam. Menurut kabar, pemicunya lantaran para siswa tersebut tidak membawa perlengkapan olahraga.

Tak pelak kejadian itu langsung mengundang reaksi protes keras dari para wali murid, kalangan LSM, pejabat hingga Orang Nomor Wahid di Provinsi Bengkulu, Gubernur Rohidin Mersyah. Gub pun langsung memerintahkan
Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Eri Yulian Hidayat turun ke sekolah tersebut guna melakukan investigasi.

Dikonfirmasi Rakyat Benteng (RBt), Kepala SMAN bersangkutan Ap mengaku prihatin atas insiden yang terjadi di sekolahnya. Lebih-lebih ia masih tergolong baru memimpin sekolah tersebut, dimana sebelumnya ia bertugas di SMAN lain.

BACA JUGA:Honor Penyuluh Agama Diusulkan Naik Tahun 2024, Jadi Segini

BACA JUGA:Seleksi CPNS 2023 Kemenkuham Dibuka, Sembilan Syarat Daftar Ini Wajib Ada

Ap memastikan permasalahannya sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara oknum guru dan para wali murid yang anaknya jadi korban dugaan kekerasan.

"Permasalahan yang terjadi sudah selesai melalui pertemuan dan dibuatnya surat perdamaian. Pelajar sudah bersekolah lagi dan oknum guru juga telah minta maaf secara langsung dan berjanji tidak akan melakukan perbuatannya kembali," kata Ap.

Secara terpisah, Dinas Dikbud Provinsi melalui Kacabdin, Maryono, S.E turut berharap agar permasalahan serupa tidak terjadi kembali, khususnya di Benteng.

Di sisi lain, Polres Bengkulu Tengah ikut andil dalam menyelesaikan permasalahan antara oknum guru dengan pelajar yang diduga menjadi korban kekerasan. Pada Jumat 1 September, oknum guru didampingi kepala sekolah telah mendatangi kediaman orang tua pelajar. Hasil mediasi, oknum guru mengakui kesalahan dan sudah dilaksanakan perdamaian antar keduanya.

 

Kapolres Benteng, AKBP. Dedi Wahyudi, S.Sos, S.Ik, MH, M.Ik melalui Kasi Humas, Aipda. Andri Solfi, SH, MH mengatakan jika kepolisian mengambil langkah dalam memediasi permasalahan tersebut. Hasilnya, sudah adanya perdamaian diantara kedua belah pihak.(tim)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: