30 Tukang Besi Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Terampil Kontruksi

30 Tukang Besi Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Terampil Kontruksi

Kadis PUPR Benteng, Drs. Rachmat Riyanto, ST, MAP memasangkan rompi dan topi kepada peserta pelatihan.--

RAKYATBENTENG.COM - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menggelar pelatihan dan sertifikasi tenaga terampil konstruksi, Senin 24 Oktober 2022.
Kali ini, peserta sebanyak 30 tukang besi dari Kabupaten Benteng dengan mengambil lokasi di Hotel Bidadari Kota Bengkulu.
Kabid Jasa Kontruksi Dinas PUPR Benteng, yang juga Ketua panitia pelaksana, Jesno Sijabat ST mengatakan, pelatihan berlangsung selama empat hari. Kegiatan ini bekerjasama dengan Balai Jasa konstruksi wilayah II Palembang dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Astekindo Mandiri Cabang Bengkulu.
‘’Tujuan kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM jasa kontruksi, agar dapat bersaing dengan tenaga kerja lainnya. Peserta dari enam desa yang ada di kecamatan Pondok Kelapa bisa mendukung dalam pelaksanaan pembangunan fisik di Kabupaten Benteng serta membangun SDM tenaga terampil yang memiliki hubungan korelasi dengan dinas dan untuk pembiayaan kegiatan ini langsung dari DPA Dinas PUPR Benteng,’’ tutur Jesno.
Disamping itu, dalam sambutannya Kepala Dinas PUPR Kabupaten Benteng, Drs. Rachmat Riyanto ST, M. AP mengatakan, perkembangan regulasi baru dalam jasa konstruksi menjadi pekerjaan rumah bersama dalam memenuhi kompetensi dan sertifikasi ini adalah wajib bagi setiap perusahaan yang mengikuti lelang kegiatan di PUPR.
‘’Kompetensi dan sertifikasi ini penting sebagai syarat dalam mengajukan sebuah pekerjaan, karena sertifikasi ini adalah pintu masuk untuk mendapatkan pekerjaan walaupun syarat berikutnya masih dilakukan tesnya. Jadi untuk mengikuti tes atau seleksi pekerjaan harus memiliki sertifikasi kalau tidak memiliki bagaimana kita bisa ikut tes sebuah pekerjaan,’’ terangnya.
Rachmat mengucapkan terimakasih banyak atas bantuan dari pihak provinsi, salah satunya memberikan bantuan mobil MTU dalam penunjang kegiatan pelatihan.
Diharapkan semua peserta bisa lulus semua, karena sertifikasi ini sangat penting dalam menjaga persaingan jasa konstruksi dan menjaga standar harga jasa konstruksi.
"Kedepan kita harapkan semua perusahaan yang ada di Bengkulu sudah memiliki syarat kompetensi dan sertifikasi yang jelas. Supaya kedepan persaingan perusahaan di Bangkulu bisa lebih baik lagi,. Dengan mengucapkan bismillah iroma nirohim, pelatihan Jasa Kontruksi Tukang Besi dan juru gambar resmi dibuka,'' ujar Rachmat.
Sementara itu, Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang yang diwakilkan Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Astekindo Mandiri Cabang Bengkulu, Yoka mahendra ST. MT IPP mengungkapkan, landasan kegiatan ini dari UU nomor 2 tahun 2017 tentang pasal 70 ayat 1, setiap pengguna atau penyedia jasa dan tenaga kontruksi wajib memiliki kompetensi sertifikasi, apabila tidak memenuhi persyaratan itu maka ada sanksi administrasi.
"Dalam kegiatan ini, ada pembekalan, uji assesment. Diharapkan para peserta bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik jangan sampai tidak lulus karena kita akan uji dengan teliti. Sebab, kedepan para pekerja harus memiliki kompetensi yang legal. Dilingkungan penggunaan APBD dan APBN kedepan wajib semua pekerjanya memiliki kompensasi sertifikasi," terangnya.


Lebih lanjut, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu yang diwakili oleh Kabid Jasa Konstruksi, Husnul Mahdi ST menuturkan pada kesempatan ini Bidang Jasa Konstruksib Dinas PUPR provinsi Bengkulu sangat mendukung kegiatan peningkatan SDM ini.
Dukungan itu difasilitasinya mobil praktek untuk para jasa konstruksi tukang besi dan juru gambar agar bisa lebih mendukung dalam pelatihan ini.
"Dimassa pasar global ini, kita diwajibkan semua tenaga kerja konstruksi wajib memiliki kompetensi dan sertifikasi, maka dari itu, pihak provinsi sangat mendukung Peningkatan SDM jasa konstruksi tukang besi dan juru gambar. Diharapkan Mobil Training Unit (MTU) yang ada bisa menjadi sarana pendukung dalam pelatihan ini dan diharapkan kepada semua peserta bisa menjaga dan menggunakan alat yanga da di mobil MTU itu dengan baik," imbuh Tusnul.(cw1)

Sumber: