Mau Berinvestasi Obligasi? Berikut Kelebihan dan Kekurangan Berinvestasi Obligasi

Minggu 03-03-2024,14:26 WIB
Reporter : Nur Miessuary
Editor : Nanang Setiawan

Berikut beberapa kerugian atau risiko berinvestasi pada obligasi:

1. Resiko tidak terbayarnya

Seperti disebutkan di atas, investor obligasi juga harus menghadapi risiko gagal bayar. 

Apalagi jika investor berinvestasi pada surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan dan pemerintah daerah. 

Pasalnya, banyak terjadi kasus gagal bayar obligasi pemerintah daerah luar negeri pada saat jatuh tempo. 

Masyarakat yang berinvestasi pada surat utang pemerintah juga mungkin terkena risiko gagal bayar, namun kecil kemungkinannya. 

Sebab selama negara yang bersangkutan tidak bangkrut, niscaya pemerintah akan melunasi utangnya saat obligasi itu datang. 

BACA JUGA:JANGAN LEWATKAN! Promo I Love JCO 2 Lusin Donat Rp113.000 Hanya Berlaku 5 Hari Saja Gaes, Catat Tanggalnya

BACA JUGA:Jalan Inpres Rp28 Miliar di Bengkulu Tengah Belum Seluruhnya Hotmix, BPJN Beberkan Penyebabnya

2. Risiko suku bunga

Secara teori, perubahan suku bunga acuan bisa berdampak negatif terhadap harga obligasi. Dengan kata lain, jika suku bunga acuan naik maka harga obligasi akan turun. 

Bahkan, investor akan mencari obligasi lain yang kuponnya lebih tinggi bahkan beralih ke saham. 

Untuk memahami risiko ini lebih detail dan cara menghitungnya, Anda dapat meninjau artikel kami tentang dampak suku bunga referensi pada obligasi. 

3. Risiko inflasi

Seperti halnya suku bunga, inflasi berbanding terbalik dengan harga obligasi. Pasalnya, semakin tinggi inflasi maka semakin tinggi pula harga kebutuhan pokok. 

Oleh karena itu, investor akan mengurangi jumlah yang diinvestasikan atau jika jumlahnya tidak berkurang, mereka akan beralih ke instrumen lain yang memiliki return lebih tinggi, seperti saham. 

Kategori :