Heboh Ketua DPC PPP Benteng Merangkap Kepala PAUD, GOLBE dan Gerakan Lima Kamis Pertanyakan
ilustrasi--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Publik Bengkulu Tengah kemarin, Rabu 9 September 2026 dihebohkan dengan beredarnya informasi melalui pesan singkat WhatsApp dan juga platform medsos TikTok yang menyebutkan bahwa Ketua DPC PPP yang baru, Elya Wahyuni merupakan Kepala PAUD.
Elya diketahui menahkodai PPP Bengkulu Tengah menggantikan Fepi Suheri merujuk pada SK DPP PPP tertanggal 22 Juni 2026.
Selama itu pula hingga kini nyaris tidak terendus latar belakang Elya yang ternyata kepala sekolah.
BACA JUGA:Bantu Kebutuhan Dasar Lansia, Pemdes Nakau Tuntaskan Penyaluran BLT Dana Desa Bulan September
BACA JUGA:Antisipasi Sebaran Debu Anak Krakatau, Dinkes Bengkulu Tengah Pastikan Stok Masker Aman
Berdasarkan penelusuran wartawan dari data pendidikan Kemendikdasmen, data refrensi nama PAUD yang dipimpin Elya adalah Elsa Family.
PAUD berstatus swasta tersebut beralamat di Jalan Raya Bajak I-Lubuk Unen Kecamatan Merigi Kelindang.
Terkait dugaan rangkap jabatan tersebut, aktivis GOLBE, Hasnul Effendi mempertanyakan potensi benturan kepentingan dari dua posisi yang dijabat Elya saat ini, khususnya karena jabatan kepala sekolah berkaitan dengan pengelolaan dana pendidikan, termasuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD.
BACA JUGA:Masuk Top 15 Nasional Desa Cantik 2026, Bupati Rachmat Tinjau Kesiapan Desa Rindu Hati
Berdasarkan data yang dihimpun GOLBE, PAUD di bawah kepemimpinan Elsa Family telah berdiri sejak 2011.
Elya sendiri disebut-sebut telah aktif di parpol sejak 2004 dan pernah menduduki sejumlah posisi sebelum akhirnya dipercaya sebagai Ketua DPC PPP Bengkulu Tengah.
“Ini yang kami pertanyakan. Sebagai kepala sekolah, ada tanggung jawab mengelola dana pendidikan. Di sisi lain, beliau juga memegang jabatan strategis sebagai ketua partai. Kami melihat ini perlu dikaji agar tidak menimbulkan benturan kepentingan,” tegas Hasnul.
BACA JUGA:Tak Ladeni Konfirmasi Wartawan, Direktur RSD Bagikan Video Pembasmian Sarang Burung di Medsos
BACA JUGA:Pesisir Terancam Abrasi, GPA Gendong Adventure Tanam 1.000 Mangrove di Pondok Kelapa
Menurut GOLBE, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian dari instansi terkait.
Mereka meminta pemerintah daerah memastikan status dan ketentuan mengenai rangkap jabatan tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Selain GOLBE, pentolan Gerakan Lima Kamis, Nasirwandi lebih mendesak pihak berwenang memeriksa penggunaan dana BOP pada PAUD tersebut serta bantuan lainnya.
“Kenapa selama ini didiamkan saja, aturannya seperti apa. Dunia pendidikan khususnya PAUD di Benteng hari ini telah tercederai, ada Kepala PAUD yang aktif di parpol selama kurun waktu lama, bahkan kini menjadi ketua parpol. Kami minta Inspektorat melakukan audit terhadap pengelolaan dana BOP dan bantuan lainnya. Ini untuk memastikan seluruh anggaran benar-benar digunakan sesuai peruntukannya,” kata Tiwot.
BACA JUGA:Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bupati Bengkulu Tengah Imbau Warga Pesisir Tingkatkan Kewaspadaan
BACA JUGA:Realisasi Pajak Daerah Bengkulu Tengah Tembus Rp19 Miliar per Agustus 2026
Terpisah, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Dikbud, Miftahul Huda mengatakan pihaknya akan memastikan kembali mengenai aturan mengenai boleh atau tidaknya seseorang yang terlibat partai menjadi Kepala PAUD.
Sementara aturannya belum dipelajari Huda belum bisa berkomentar lebih jauh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: