DISWAY AWARDS

Dua Aktivis Berkumis Kritisi Karut Marut Pengadaan Seragam Olahraga Guru

Dua Aktivis Berkumis Kritisi Karut Marut Pengadaan Seragam Olahraga Guru

--

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID – Setelah praktisi hukum yang mengomentari dugaan kejanggalan kegiatan pengadaan seragam olahraga guru Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bengkulu Tengah, kali ini giliran 2 aktivis yang dikenal vokal menyampaikan kritikan. Japri Daud, yang akrab disapa pak Kumis dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mitra Pemantau Dana Pemerintah (MPDP) mempertanyakan pembayaran yang dilakukan pihak dinas sementara ukuran barang, dalam hal ini seragam tidak sesuai dengan pemesanan.

BACA JUGA:Penyedia Seragam Olahraga Guru Terancam Kena Sanksi  

‘’Dengan dana sebesar itu (Rp400 jutaan, red) kenapa bisa mudahnya dibayarkan 100 persen sedangkan ukurannya tidak sesuai. Tentu ini menimbulkan masalah, apakah tidak diperiksa terlebih dulu saat serah terima sebelum pembayaran. Ditambah lagi sampai sekarang barangnya belum lengkap, kegiatan 2025 sekarang sudah 2026. Manfaatnya belum bisa dirasakan guru-guru, padahal seragam tersebut untuk digunakan oleh mereka. Menurut kami pengadaan ini terkesan tidak profesional, kepada pihak APH kami meminta untuk menyelidikinya,’’ kata Japri Daud.

Terpisah, aktivis lainnya, Trio turut meminta APH turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap pengadaan seragam olahraga yang sarat dugaan kejanggalan dan menjadi perhatian publik tersebut.

BACA JUGA:Besaran Zakat Fitrah Bengkulu Tengah Ditetapkan, Tertinggi Rp44.000 Terendah Rp35.000

‘’Kita cukup prihatin, sedang efisiensi anggaran tapi ada kegiatan pengadaan dengan nilai besar yang diduga tidak sesuai aturan. Apa urgensinya membeli seragam olahraga guru, kenapa tidak dialokasikan untuk pengadaan seragam siswa saja. Tahun ini dengan alasan efisiensi anggaran pengadaan seragam siswa ditiadakan, sedangkan tahun lalu anggaran yang ada dihambur-hamburkan saja dengan pertanggungjawaban yang diduga tidak jelas,’’ tandas Trio.(iza)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: