Gaji Pekerja Outsorcing di Bengkulu Tengah Dikabarkan Berkisar Rp800 Ribu- Rp1.000.000 di Bawah UMR

Gaji Pekerja Outsorcing di Bengkulu Tengah Dikabarkan Berkisar Rp800 Ribu- Rp1.000.000 di Bawah UMR

ilustrasi--

 

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Gabungan Ormas dan LSM Bersatu (Golbe) Kabupaten Bengkulu Tengah menyoroti dugaan ketidaksesuaian upah yang diterima sejumlah tenaga outsourcing di daerah tersebut.

 

Isu ini bahkan masuk dalam daftar tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat.

 

Golbe menilai perlu ada penjelasan dari pihak terkait apabila benar terdapat pekerja outsourcing yang menerima upah jauh di bawah Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku.

 

Koordinator Golbe Bengkulu Tengah, Hasnul Effendi, S.H., mengatakan pihaknya menerima informasi bahwa sebagian tenaga outsourcing hanya memperoleh penghasilan sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta per bulan.

 

BACA JUGA:Gabungan Ormas dan LSM Bersatu Bersiap Demo di Depan Kejari dan Kantor Bupati, Ini Daftar Tuntutannya

BACA JUGA:Warga Usul Festival Band hingga Konser untuk Kembangkan Program Berbinar

 

Angka tersebut dinilai jauh berbeda dengan standar upah minimum yang berlaku.

 

“Kami melihat UMR di Bengkulu Tengah berada di kisaran Rp2,9 juta per bulan. Namun informasi yang kami terima, ada tenaga outsourcing yang hanya menerima Rp800 ribu hingga Rp1 juta per bulan. Tentu hal ini menjadi pertanyaan bagi kami,” ujar Effendi.

 

Menurutnya, apabila informasi tersebut benar, perlu ada penjelasan mengenai dasar perhitungan upah yang diterapkan oleh perusahaan penyedia jasa tenaga kerja maupun pihak terkait lainnya.

 

“Kalau memang ada aturan atau mekanisme tertentu yang menjadi dasar pembayaran upah tersebut, tentu harus dijelaskan secara terbuka. Karena pada prinsipnya pekerja berhak mendapatkan penghasilan yang layak sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

 

BACA JUGA:Sah! KH Karsun Rais Syuriyah dan Darmawan Saputra Ketua Tanfidziyah PCNU Bengkulu Tengah 2026-2031

BACA JUGA:Danrem dan PJU Korem 041/Gamas Nikmati Malam Kebersamaan di Wisata Kampoeng Durian Bengkulu Tengah

 

Selain mempertanyakan besaran upah, Golbe juga berencana meminta penjelasan terkait jumlah perusahaan outsourcing yang beroperasi di Kabupaten Bengkulu Tengah serta sistem pengupahan yang diterapkan.

 

“Kami ingin mengetahui berapa jumlah perusahaan outsourcing yang ada di Bengkulu Tengah dan bagaimana mekanisme pengupahan yang diterapkan. Hal ini penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tambahnya.

 

Effendi juga mengaku menerima informasi bahwa sebagian tenaga outsourcing sebelumnya memperoleh penghasilan lebih tinggi dibandingkan saat ini.

 

“Informasi yang kami terima, sebelumnya ada yang menerima sekitar Rp1,5 juta per bulan, namun kemudian mengalami penurunan. Ini juga menjadi salah satu hal yang akan kami pertanyakan,” ujarnya.

 

BACA JUGA:Petani Sawit Bengkulu Tengah Mulai Tersenyum, Harga TBS Berangsur Membaik

BACA JUGA:Bawa Samurai hingga Bom Molotov, 21 Remaja Diamankan Polres Bengkulu Tengah

 

Terkait rencana demonstrasi, Effendi menyebut aksi tersebut diperkirakan melibatkan sedikitnya 17 organisasi yang tergabung dalam Golbe, ditambah sejumlah elemen masyarakat lainnya.

 

‘’Perkiraannya ada 17 lembaga yang akan ikut serta, belum termasuk peserta dari unsur masyarakat lainnya. Saat ini kami masih mematangkan berbagai persiapan,” pungkasnya.

 

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan outsourcing maupun instansi terkait mengenai informasi yang disampaikan Golbe tersebut.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: