Nyeri di Leher Disebut Tanda Kolesterol Tinggi, Mitos atau Fakta?

Nyeri di Leher Disebut Tanda Kolesterol Tinggi, Mitos atau Fakta?

Ilustrasi--

RAKYATBENTENG.COM - Rasa nyeri di area leher belakang yang muncul setelah makan sering kali dikaitkan dengan kadar kolesterol yang tinggi. Namun, benarkah keduanya saling berkaitan?

Dilansir dari detik.com, dr BRM Ario Soeryo Kuncoro, SpJp(K), seorang spesialis jantung dan pembuluh darah, mengatakan bahwa anggapan tersebut keliru. Ia menegaskan bahwa keluhan sakit leher, khususnya bagian belakang, umumnya disebabkan oleh postur tubuh yang kurang tepat, bukan karena kolesterol.

"Mitos itu, muncul sakit di otot leher bukan karena kolesterol," jelas dr Ario.

Sementara itu, dokter spesialis gizi klinik, dr Diana F Suganda, SpGK menambahkan bahwa kolesterol tinggi biasanya tidak menunjukkan tanda-tanda fisik yang spesifik. Karena itu, satu-satunya cara memastikan kondisi kolesterol seseorang adalah melalui pemeriksaan laboratorium.

BACA JUGA:11 Larangan Berkendara di Tol Saat Arus Balik Lebaran, Jangan Sampai Melanggar!

Kolesterol sendiri adalah zat menyerupai lilin yang beredar dalam darah. Meskipun dibutuhkan oleh tubuh, jika kadarnya terlalu tinggi, dapat menimbulkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Penumpukan kolesterol dalam pembuluh darah dapat menyebabkan terbentuknya plak. Bila plak ini terus bertambah, bisa menyumbat aliran darah dan memicu serangan jantung atau stroke.

Mengutip informasi dari Mayo Clinic, berikut beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko kolesterol tinggi:

• Pola makan tidak sehat, khususnya konsumsi lemak jenuh dan lemak trans yang berlebihan.

• Obesitas, yakni penumpukan lemak berlebih dalam tubuh.

• Kurangnya aktivitas fisik, yang dapat menurunkan kadar kolesterol baik (HDL).

BACA JUGA:Pulang Mudik? Inilah 4 Area Rumah yang Perlu Diperhatikan

• Merokok, karena zat dalam rokok menurunkan HDL.

• Konsumsi alkohol berlebihan, dapat menaikkan kolesterol total.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: