Kegiatan Ketahanan Pangan di Desa Kecamatan Pondok Kubang Diduga Janggal Disorot Aktivis Golbe

Kegiatan Ketahanan Pangan di Desa Kecamatan Pondok Kubang Diduga Janggal Disorot Aktivis Golbe

Hasnul Effendi Koordinator Golbe--

Kegiatan Ketahanan Pangan di Desa Kecamatan Pondok Kubang Diduga Janggal Disorot Aktivis Golbe 

RAKYATBENTENG.COM - Informasi awal dugaan kejanggalan dalam realisasi program kegiatan ketahanan pangan di salah satu desa Kecamatan Pondok Kubang Bengkulu Tengah langsung menuai sorotan dari kalangan aktivis Gabungan Ormas dan LSM Bersatu (Golbe) Bengkulu. Dalam beberapa hari ini Golbe akan melayangkan surat meminta klarifikasi kepada Pemdes setempat. 

"Kita membaca informasi yang ada di berita, kita akan meminta klarifikasi dengan pihak desa. Apa benar seperti itu, kok bisa ada kegiatan ketahanan pangan warga sampai ke pendamping desa tidak tahu. Selain mengirim surat kita juga akan turun mengecek ke lapangan untuk memastikannya," terang Tri Nurhidayat pentolan LSM Tegar RI yang tergabung di dalam Golbe, didampingi Koordinator Golbe, Hasnul Effendi dan Japri Daud dari BSKN RI kepada wartawan. 

BACA JUGA:Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara Nekat Minta THR ke Masyarakat atau Perusahaan, KPK: Laporkan!

BACA JUGA:Info Penting! Pendaftaran Akpol Tahun 2024 Resmi Dibuka, Cek Syarat dan Link Pendaftaran di Sini

BACA JUGA:THR Cair! Ini 6 HP Oppo Terbaru 2024, Performa Tangguh, Spek Gahar dan Kamera Kece

Untuk diketahui sebelumnya diperoleh kabar tak sedap di desa Kecamatan Pondok Kubang Bengkulu Tengah dimana kabarnya program kegiatan ketahanan pangan di desa pada tahun anggaran 2022 dan 2023 tidak diketahui realisasinya. 

Adapun program ketahanan pangan di desa setempat menurut informasi terhimpun, sesuai hasil Musdes adalah penggemukan ternak kerbau dan budidaya ikan di kolam. 

Menariknya, dari penelusuran wartawan, warga ada yang tidak mengetahui soal program tersebut. 

"Saya tidak tahu apakah ada atau tidak (realisasi program ketahanan pangan), biasanya jika ada kegiatan desa itu saya pasti diundang dan tahu apa saja yang akan dilaksanakan," jelas salah seorang warga ditemui Sabtu 30 Maret 2024.(tim)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: