Dua Kali Mangkir, PPTK Dikbud Bengkulu Tengah Bakal Datangi Penyedia Seragam

Dua Kali Mangkir, PPTK Dikbud Bengkulu Tengah Bakal Datangi Penyedia Seragam

ilustrasi--

 

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID – Polemik pengadaan seragam sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bengkulu Tengah kembali memanas.

 

Penyedia yang telah dua kali dipanggil untuk memberikan klarifikasi justru kembali mangkir tanpa kehadiran, memicu kekecewaan dari pihak terkait.

 

Kondisi ini membuat suasana rapat menjadi tegang dan memunculkan langkah tegas dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

 

Upaya klarifikasi yang sebelumnya diharapkan dapat menemukan solusi, kini justru berujung pada keputusan jemput bola.

 

BACA JUGA:Jadi Anggota DPRD Bengkulu Tengah, Ahmad Sarkowi Prioritaskan Infrastruktur dan Aspirasi Warga

BACA JUGA:393 Jemaah Kloter 01 Bengkulu Mulai Umrah Wajib di Mekkah

 

Langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusan dalam menyelesaikan persoalan yang menjadi perhatian publik tersebut.

 

PPTK Dikbud Bengkulu Tengah, Tri Pardiansyah, M.Pd, mengungkapkan bahwa ketidakhadiran penyedia dalam panggilan kedua pada Rabu (6/5/2026) menimbulkan kekecewaan mendalam dari sejumlah pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut.

 

“Sempat kesal karena selalu dijanjikan hadir, namun kembali tidak datang. Bahkan beberapa pihak menolak untuk melayangkan panggilan ketiga dan memilih untuk langsung jemput bola,” ujar Tri.

 

Menurutnya, pemanggilan yang dilakukan sebelumnya bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai upaya mencari kejelasan serta solusi atas persoalan yang terjadi dalam pengadaan seragam sekolah.

 

BACA JUGA:1.382 Pelajar SMA/SMK di Bengkulu Tengah Lulus, Sekolah Tekankan Kelulusan Tanpa Euforia Berlebihan

BACA JUGA:Atlet Cilik SDN 63 Bengkulu Tengah Borong Emas, Dapat Apresiasi Bupati hingga Kapolres

 

“Awalnya kita hanya ingin mencari jalan keluar dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Namun karena tidak ada itikad hadir, situasi sempat memanas,” jelasnya.

 

Tri menegaskan, pihaknya akan mengambil langkah lanjutan dengan mendatangi langsung penyedia pada pekan depan guna memastikan persoalan ini tidak berlarut-larut.

 

“Untuk langkah selanjutnya, kami pastikan akan jemput bola pada Senin nanti agar persoalan ini segera menemukan titik terang,” pungkasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia terkait alasan ketidakhadiran dalam dua kali panggilan tersebut. Sementara itu, publik menantikan transparansi dan penyelesaian cepat atas polemik yang menyangkut kebutuhan dasar siswa tersebut.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: