Diduga Ada Intimidasi Terkait Pekerjaan, Ini Penjelasan Pekerja Asal Desa Genting
--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Polemik antara warga Desa Genting dan PT Bio Nusantara Teknologi (Sill Group) kembali menjadi sorotan setelah beredarnya video yang diduga memperlihatkan adanya intimidasi terhadap sejumlah warga.
Dalam video tersebut, muncul dugaan bahwa beberapa warga diminta membacakan surat pernyataan yang menyebut tidak seluruh masyarakat Desa Genting terlibat dalam penolakan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) dan pembangunan siring gajah.
Menanggapi hal itu, salah satu pekerja asal Desa Genting, Kecamatan Bang Haji, Ludin, memberikan klarifikasi. Ia mengaku telah bekerja di PT Bio Nusantara Teknologi selama kurang lebih enam tahun, bahkan sejak masih berada di bawah manajemen Sill.
BACA JUGA:BPKP Turun ke Bengkulu Tengah, Soroti Intervensi dan Efektivitas Program Strategis
“Kalau bekerja di perkebunan ini sudah enam tahun, sejak masih Sill. Saya di bagian sarana, asli Desa Genting. Memang ada beberapa warga desa yang juga mencari nafkah di sini,” ujar Ludin.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam aksi penolakan maupun tuntutan terhadap perusahaan. Menurutnya, pekerjaan di perusahaan tersebut merupakan satu-satunya sumber penghasilan yang dimilikinya.
“Kami tidak ikut demo. Atas nama pribadi sebagai warga Desa Genting, saya tidak ikut menuntut karena saya hanya ingin bekerja mencari nafkah di sini,” katanya.
BACA JUGA:Revitalisasi Sekolah Bengkulu Tengah Masih Diverifikasi Pusat, Pengumuman Penerima Bantuan Juni 2026
Terkait penolakan yang dilakukan sebagian warga desa terhadap perpanjangan HGU dan pembangunan siring gajah, Ludin mengaku tidak mengetahui secara detail persoalan tersebut. Ia menyebut fokusnya saat ini adalah bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kalau soal penolakan itu saya tidak tahu dan tidak ikut campur. Kami sudah bekerja bertahun-tahun di sini. Saya tidak menuntut apa pun dari pihak mana pun,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen perusahaan terkait dugaan intimidasi dalam video yang beredar. Sementara itu, polemik antara sebagian warga dan pihak perusahaan masih terus berlangsung.(one)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
