ASN Tak Keberatan Zakat Lewat Baznas, Minta Pengelolaan Terbuka dan Tepat Sasaran
--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Dukungan terhadap program zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus menguat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah.
Meski pada prinsipnya tidak keberatan, para ASN menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana zakat agar tepat sasaran.
Isu ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kepercayaan publik serta optimalisasi manfaat zakat bagi masyarakat.
Selain sebagai kewajiban ibadah, zakat juga dinilai memiliki peran strategis dalam membantu program sosial pemerintah daerah.
BACA JUGA:RKB TK Sayang Bunda Ditemukan Keretakan, PPTK Pastikan Kontraktor Turun ke Lapangan
BACA JUGA:Jadi Anggota DPRD Bengkulu Tengah, Ahmad Sarkowi Prioritaskan Infrastruktur dan Aspirasi Warga
Oleh karena itu, keterbukaan dalam pengelolaan dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Bengkulu Tengah, Adnan Kasidi, SE menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban individu yang tidak bisa dipisahkan dari nilai ibadah.
“Zakat ini kan kaitannya dengan diri pribadi kita masing-masing. Karena berkaitan dengan nilai ibadah, tentu tidak keberatan. Pada hakikatnya itu akan menjadi bekal kita di akhirat dan juga membantu masyarakat. Intinya dari umat untuk umat, dan yang paling penting pengelolaannya sesuai dengan syariat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah, Barti Hasibuan, SKM, MM.
BACA JUGA:Dikritik Soal Rangkap Jabatan, Ini Penjelasan Plt Dirut RSUD Bengkulu Tengah
BACA JUGA:4 Putra-Putri Terbaik Benteng Ikuti Seleksi Paskibraka Provinsi, Bidik Lolos Nasional
Ia mengaku tidak terbebani dengan kewajiban zakat melalui Baznas, namun menilai transparansi menjadi hal yang krusial.
“Kalau saya pribadi tidak memberatkan. Hanya saja perlu ada transparansi penggunaan dana Baznas agar semua tahu dan paham. Karena sebagian yang merasa keberatan sebenarnya ada di situ. Jika sudah transparan, kepercayaan akan meningkat dan masyarakat bisa lebih banyak menyalurkan zakat melalui Baznas,” katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Tengah, Erriyanto, S.Pd, MAP menilai zakat tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat serta mendukung program pemerintah daerah.
“Zakat ini untuk amal kita juga, sangat baik dan tidak memberatkan. Selain itu juga mendukung program bupati. Tinggal bagaimana niat kita dalam beramal. Apa yang kita berikan akan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
BACA JUGA:BMA Bengkulu Tengah Sayangkan Pengurus FKUB Tergabung Parpol
BACA JUGA:10 Alumni Kaizu Bengkulu mantap pilih berkarir di Hotel Bintang 4 dan 5 Tokyo, Sapporo dan Kyoto
Ia juga menambahkan bahwa penyusunan laporan pengelolaan dana zakat secara terbuka dapat meningkatkan kepercayaan dan partisipasi ASN.
“Hanya saja agar lebih meyakinkan, sebaiknya ada transparansi dalam penggunaan zakat, bahkan bisa dibuat laporan secara terbuka,” tambahnya.
Senada, Kepala Bidang PAUD Dikbud Bengkulu Tengah, Miftahul Huda, S.Kom, MM menegaskan bahwa zakat merupakan bentuk amal yang kembali pada niat masing-masing individu.
BACA JUGA:Wajib Dipatuhi Jemaah Haji selama di Masjid Nabawi: Live Streaming di Medsos Hingga Merokok
BACA JUGA:Pemkab Bengkulu Tengah Siapkan 4.000 Dosis Vaksin PMK Menyambut Iduladha
“Menurut saya pribadi tidak ada masalah untuk berzakat. Kita niatkan untuk amal. Jika niatnya sudah benar, kemanapun zakat itu disalurkan, InsyaAllah akan menjadi tabungan di akhirat,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: