DISWAY AWARDS

Perempuan Desa Pondok Kelapa Jalan Kaki Bersama DPRD, Suarakan Krisis Abrasi Pesisir

Perempuan Desa Pondok Kelapa Jalan Kaki Bersama DPRD, Suarakan Krisis Abrasi Pesisir

--

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Semangat dan keteguhan perempuan pesisir Desa Pondok Kelapa, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, menjadi sorotan dalam kunjungan lapangan Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu. Para perempuan yang tergabung dalam Organisasi Perempuan Sungai Lemau dengan penuh antusias mendampingi rombongan meninjau langsung lokasi abrasi yang kian mengkhawatirkan.

Dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih dua kilometer dari kawasan pantai menuju muara sungai, para perempuan tersebut terus menyuarakan keresahan atas abrasi yang terjadi hampir setiap tahun. Abrasi tersebut tidak hanya menggerus garis pantai, tetapi juga mengancam permukiman warga serta sumber penghidupan masyarakat pesisir.

BACA JUGA:Lima Ruas Jalan Kabupaten di Merigi Kelindang Diusulkan Ditingkatkan

Salah satu anggota Organisasi Perempuan Sungai Lemau, Ranian, mengungkapkan bahwa abrasi telah menghilangkan sedikitnya dua hektare kebun kelapa miliknya yang kini berubah menjadi lautan.

“Kami sangat berharap ada tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk menangani abrasi ini. Kalau terus dibiarkan, bukan hanya kebun, tapi rumah warga dan jalan lintas di kawasan ini juga akan tenggelam,” ungkap Ranian dengan nada penuh harap.

Keresahan serupa disampaikan Kauna (65), warga yang telah bermukim di kawasan pesisir Pondok Kelapa selama puluhan tahun. Ia mengaku telah menyaksikan langsung dampak abrasi yang merusak kehidupan keluarganya.

BACA JUGA:Musrenbangcam Semidang Lagan Tampung 35 Usulan Desa, Tiga Desa Ajukan Jaringan Listrik

“Saya sudah tinggal di sini sejak berumur sekitar 10 tahun. Sudah banyak rumah dan kebun yang menjadi korban abrasi, termasuk rumah adik saya yang akhirnya ambruk dan terpaksa pindah. Di sekitar sini sebagian besar dihuni oleh keluarga kami,” tutur Kauna.

Sementara itu, Kepala Desa Pondok Kelapa, Alamsyah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan DPRD dan DKP Provinsi Bengkulu. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa telah lama mengusulkan penanganan abrasi sebagai kebutuhan mendesak bagi warganya.

BACA JUGA:Bantuan Hand Traktor Diharapkan Dongkrak Produktivitas Pertanian Bengkulu Tengah

“Kami sangat bergembira dengan kunjungan ini. Penanganan abrasi sudah kami usulkan sejak 2018 karena ini menjadi kebutuhan prioritas masyarakat. Semoga kali ini bisa benar-benar direalisasikan,” ujar Alamsyah.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi percepatan penanganan abrasi, sekaligus menjawab harapan masyarakat pesisir Desa Pondok Kelapa yang selama ini hidup dalam bayang-bayang ancaman abrasi.(iza)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: