Motor Warga Griya Duta Raib Digondol Maling, Aksi Tiga Pelaku Terekam Kamera CCTV
--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi di Kabupaten Bengkulu Tengah. Kali ini, aksi pelaku bahkan terekam kamera pengawas (CCTV) milik warga, sehingga memicu kewaspadaan masyarakat terhadap keamanan lingkungan sekitar.
Peristiwa tersebut menimpa seorang warga Perumahan Griya Duta, Desa Kembang Seri, Kecamatan Talang Empat, Neneng Iyatmi (58). Sepeda motor miliknya jenis Honda Beat warna putih dengan nomor polisi BD 2651 CV dilaporkan hilang pada Kamis dini hari, 29 Januari 2026, sekitar pukul 00.15 WIB hingga 01.16 WIB.
Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat tiga orang pelaku memasuki kawasan perumahan dengan menggunakan satu unit sepeda motor. Satu orang pelaku menunggu di atas kendaraan, sementara dua pelaku lainnya turun dan menuju ke rumah korban.
BACA JUGA:Bantuan Hand Traktor Diharapkan Dongkrak Produktivitas Pertanian Bengkulu Tengah
Sepeda motor korban yang terparkir di teras garasi dalam kondisi tidak terkunci stang diduga memudahkan pelaku melancarkan aksinya. Kendaraan tersebut dibawa keluar pekarangan dengan cara didorong, sebelum akhirnya dinyalakan secara paksa dan dibawa kabur.
Korban baru menyadari sepeda motornya hilang saat hendak menyiram bunga di teras rumah sekitar pukul 06.04 WIB. Mengetahui kejadian tersebut, korban langsung melaporkannya ke Polsek Talang Empat.
Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Totok Handoyo melalui Kapolsek Talang Empat, Iptu Andri Gunawan, membenarkan adanya aksi curanmor di wilayah hukumnya. Ia menyebut para pelaku diduga beraksi di lebih dari satu lokasi dalam waktu yang hampir bersamaan.
BACA JUGA:Lima Ruas Jalan Kabupaten di Merigi Kelindang Diusulkan Ditingkatkan
“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tiga pelaku ini melakukan aksi curanmor di dua tempat kejadian perkara. Selain di Desa Kembang Seri, mereka juga beraksi di Desa Ujung Karang, serta satu lokasi lainnya di perumahan dekat Pendopo Bukit Kandis,” ujar Andri.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai belasan juta rupiah. Sementara itu, warga setempat yang sebelumnya merasa lingkungannya aman kini mulai meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.(iza)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: