Perangkat Mesjid Desa Lubuk Puar Kompak Mundur, Isunya Dipicu Honor Tak Naik

Perangkat Mesjid Desa Lubuk Puar Kompak Mundur, Isunya Dipicu Honor Tak Naik

LIPUTAN 11 RBt – Empat orang perangkat mesjid Desa Lubuk Puar, Kecamatan Merigi Sakti beberapa hari lalu secara bersamaan memilih mengundurkan diri. Keputusan tersebut diambil diduga dipicu lantaran gaji yang ada saat ini tak kunjung naik. Padahal, kenaikan gaji perangkat mesjid merupakan salah satu program dari kades terpilih. Salah seorang perangkat desa, Aji membenarkan jika empat perangkat mesjid yakni Imam, Khatib, Bilal dan Gharim menyatakan mundur diri. ‘’Ya, memang perangkat mesjid di desa  mengundurkan diri. Kalau alasannya kenapa, saya belum tahu pasti. Apa karena gaji, merasa terikat atau karena kesibukan maupun tekanan,’’ ujar Aji. Aji turut membenarkan bahwa sebelumnya memang terdengar jika adanya salah satu janji dari kades terkait dengan mengusahakan kenaikan dari perangkat mesjid jika dirinya terpilih. Dan usulan tersebut sudah disampaikan, tengah berproses. Untuk diketahui saat ini besaran gaji dari perangkat mesjid yakni untuk Imam Rp 300 ribu/bulan, Khatib Rp 200 ribu/bulan, iman dan gharim Rp 150 ribu/bulan. ‘’Namanya juga kan usaha, tentu ada prosedur dan menyesuaikan aturan yang ada. Kalau tidak ada peraturan pemerintah apa dasar menaikkannya, nanti salah. Namun, secara pribadi, berharap sekali bisa naik. Minimal setara gaji staf BPD atau perangkat desa,’’ jelas Aji. Terpisah, Kades Lubuk Puar, Din Sahri mengatakan tidak mengetahui permasalahan yang dihadapi perangkat mesjid. ‘’Memang betul ada pengunduran diri. Soal permasalahannya, sepertinya ada masalah di internal mereka. Tidak ada masalah kalau dengan pemerintah desa,’’ pungkas Din.(fry/sir)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: