RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digadang-gadang menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa masih menjadi perhatian di Kabupaten Bengkulu Tengah. Pasalnya, meski pembangunan sejumlah fasilitas KDKMP telah dilakukan di beberapa wilayah, aktivitas koperasi di lapangan belum terlihat secara merata. Bahkan, berdasarkan pantauan di sejumlah titik, masih terdapat bangunan yang belum sepenuhnya rampung, baik pada tahap finishing maupun pekerjaan lainnya. BACA JUGA:Dugaan Penyelewengan Dana Ketahanan Pangan, Kritikus: Langkah Ketua BPD Lapor APH Tepat BACA JUGA:Paripurna Perubahan APBD 2026 Benteng, Fepi Suheri Tegaskan Angka APBD Memikul Tanggung Jawab Moral Rakyat Sementara beberapa bangunan yang telah selesai dibangun juga belum tampak digunakan untuk aktivitas koperasi. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kesiapan pengoperasian, pengelolaan hingga pendistribusian program KDKMP di tingkat desa. Salah seorang warga Bengkulu Tengah, Nir, mengatakan program KDKMP sejatinya memiliki tujuan yang baik karena diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Namun, menurutnya, pelaksanaan di lapangan perlu dipersiapkan secara matang agar pembangunan fasilitas tidak berhenti sebatas pembangunan fisik. BACA JUGA:Tolak Bantuan Rp10 Juta dari Perusahaan, Warga Desa Linggar Galing Kecewa Nilai Ganti Rugi Tak Sesuai BACA JUGA:Jembatan Kayu Rusak Parah, Siswa SDN 47 Bengkulu Tengah Gotong Royong Angkat Omprengan MBG “Ini faktanya ada yang belum dibangun, ada yang sudah dibangun tetapi belum difungsikan. Ada juga beberapa yang masih dalam tahap pengerjaan. Rasa-rasanya program ini hanya dipaksakan dibuat di daerah kita. Saya hanya tahu kemarin yang beraktivitas itu di Kecamatan Pondok Kelapa, apakah berjalan atau tidak juga belum ada media yang memublikasikannya,” kata Nir. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kejelasan mengenai kapan fasilitas KDKMP yang telah dibangun mulai beroperasi dan bagaimana mekanisme pengelolaannya sehingga manfaat program benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Senada, warga lainnya, Amirul, mengatakan kondisi serupa juga terlihat di desanya. Hingga saat ini, menurutnya, belum terlihat adanya aktivitas yang menunjukkan KDKMP telah berjalan secara optimal. BACA JUGA:Diisukan Setor Rp1 Juta-Rp2 Juta untuk Acara Sosialisasi Hukum Libatkan APH, Ini Pengakuan Kades BACA JUGA:Cegah Kenakalan Remaja, Program JMS Sasar SMPN 6 Bengkulu Tengah Ia berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai progres pembangunan maupun rencana pengoperasian KDKMP di masing-masing desa. “Mungkin kita tunggu saja apakah ini benar berjalan di tahun ini atau menunggu di tahun mendatang. Perlu diketahui juga bahwa pembangunan itu telah memangkas anggaran yang ada di desa masing-masing,” kata Amirul. Masyarakat pun berharap keberadaan KDKMP tidak hanya menghasilkan bangunan fisik, tetapi benar-benar dapat berfungsi sebagai wadah kegiatan ekonomi masyarakat desa. Kejelasan mengenai status pembangunan, pengelola, jenis usaha, hingga waktu operasional dinilai penting agar program tersebut dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Bengkulu Tengah.