RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Keterbatasan akses internet masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat Desa Bukit, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah. Minimnya sinyal membuat warga kesulitan mengakses informasi dan layanan digital, sehingga pembangunan tower internet kembali menjadi usulan prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Tahun 2026.
Dalam forum perencanaan tersebut, Pemerintah Desa Bukit kembali mengajukan permintaan pembangunan tower sinyal yang dinilai sangat mendesak. Usulan ini bahkan telah disampaikan berulang kali dalam Musrenbangcam pada tahun-tahun sebelumnya, namun hingga kini belum terealisasi.
BACA JUGA:Dinas LH Bengkulu Tengah Usulkan Lima Truk Sampah ke Pemerintah Provinsi
Kepala Desa Bukit, Ali Imran, mengatakan bahwa mayoritas usulan yang dibawa dalam Musrenbangcam 2026 tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, seperti pembangunan jalan hotmix menuju Dusun III, jembatan, serta program bedah rumah. Namun, pembangunan tower internet menjadi aspirasi utama masyarakat.
“Kami membawa amanat dari masyarakat agar pembangunan tower sinyal benar-benar menjadi prioritas. Sudah lama warga mengharapkan adanya jaringan internet yang layak di desa kami,” ujar Ali Imran.
Menurutnya, keterbatasan sinyal tidak hanya berdampak pada akses komunikasi, tetapi juga memengaruhi sektor pendidikan dan pelayanan publik. Anak-anak sekolah kerap mengalami kendala saat mengakses pembelajaran daring maupun mencari bahan belajar melalui internet.
BACA JUGA:Ini Rencana Besar Bupati Bengkulu Tengah untuk Kawasan Jalan Susup-Ujan Mas
“Harapan kami ke depan ada tindak lanjut nyata dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah. Jangan sampai masyarakat terus tertinggal informasi dan kesulitan hanya untuk sekadar mengakses pembelajaran dari rumah,” tegasnya.
Ali menambahkan, kehadiran tower internet bukan sekadar fasilitas komunikasi, melainkan kebutuhan dasar masyarakat di era digital saat ini. Dengan jaringan yang stabil, diharapkan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan administrasi desa dapat berjalan lebih optimal.
“Kami sangat berharap pada 2026 nanti ada kabar baik bagi masyarakat Desa Bukit. Sinyal yang memadai akan membuka peluang lebih luas bagi warga untuk berkembang,” pungkas Ali. (one)