RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Workshop Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) digelar di Pendopo Kabupaten Bengkulu Tengah, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak dini bagi peserta didik melalui pembiasaan menabung dan pengenalan pengelolaan keuangan secara sederhana. Ketua PGRI Kabupaten Bengkulu Tengah, Suparman, S.Pd., M.Pd., menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan Program Satu Pelajar Satu Rekening. BACA JUGA:Berikan Edukasi Hukum kepada Pelajar, Program JMS Sasar SMPN 9 Bengkulu Tengah BACA JUGA:Literasi Keuangan Pelajar Digenjot, Program KEJAR Dipercepat di Bengkulu Tengah Menurutnya, program tersebut dinilai positif karena mampu menanamkan kebiasaan menabung sejak usia sekolah sekaligus mengenalkan konsep dasar pengelolaan keuangan kepada pelajar. “Ketua PGRI Kabupaten Bengkulu Tengah menyambut baik dan mendukung penuh Program Satu Pelajar Satu Rekening sebagai upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak dini bagi peserta didik. Program ini dinilai positif karena dapat menanamkan kebiasaan menabung serta mengenalkan pengelolaan keuangan secara sederhana kepada pelajar,” ujar Suparman. Namun demikian, Suparman menekankan pentingnya sosialisasi yang jelas, terbuka, dan menyeluruh kepada orang tua atau wali murid. BACA JUGA:Mantan Bupati Bengkulu Utara Imron Rosyadi Ditetapkan Tersangka dan Ditahan Kejati BACA JUGA:Menteri Agama Minta Masjid Jadi Pusat Layanan Mudik dan Syiar Kerukunan Ia menilai, pemahaman yang utuh dari orang tua menjadi kunci agar program dapat diterima dan dilaksanakan dengan baik di satuan pendidikan. “Sosialisasi perlu dilakukan secara langsung oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan, dengan melibatkan sekolah, agar seluruh informasi terkait tujuan program, mekanisme pembukaan rekening, manfaat, serta hak dan kewajiban orang tua dan siswa dapat dipahami dengan baik,” katanya. Lebih lanjut, ia berharap agar pelaksanaan Program Kejar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, seperti anggapan adanya unsur paksaan, biaya tersembunyi, atau kekhawatiran lainnya. BACA JUGA:Sambut Ramadan 1447 H, Disdikbud Kabupaten Bengkulu Tengah Terbitkan SE Libur dan Pola Pembelajaran BACA JUGA:Tingkatkan Kualitas PAUD, Dikbud Benteng Gelar Pembinaan di TK Satu Atap Pondok Kubang Menurutnya, hal-hal tersebut dapat diminimalisir melalui komunikasi yang intensif dan edukatif sejak awal. “Ketua PGRI juga berharap agar dalam pelaksanaannya tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Oleh karena itu, komunikasi yang intensif dan edukatif menjadi kunci utama keberhasilan program ini,” tambahnya. PGRI Kabupaten Bengkulu Tengah, lanjut Suparman, siap bersinergi dengan pemerintah daerah, OJK, perbankan, serta satuan pendidikan untuk mendukung pelaksanaan Program Satu Pelajar Satu Rekening agar berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik maupun orang tua. Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat pemahaman seluruh pemangku kepentingan terkait implementasi Program Kejar di Kabupaten Bengkulu Tengah.