Penelitian menunjukkan bahwa lokasi geografis Indonesia, yang terletak di daerah khatulistiwa, meningkatkan risiko terkena katarak lebih cepat. Penduduk Indonesia berisiko 15 tahun lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang tinggal di Eropa, karena paparan sinar ultraviolet yang lebih intens.
BACA JUGA:Jasa Marga Beri Diskon 20% untuk Tol Trans Jawa dan Sumatra, Catat Jadwalnya!
2. Faktor Genetik
Sekitar 50% dari kasus katarak pada anak-anak dan orang dewasa muda disebabkan oleh faktor genetik. Jika anggota keluarga Anda menderita katarak, kemungkinan besar Anda juga berisiko tinggi mengalaminya, terutama jika mereka terkena gangguan penglihatan di usia muda.
3. Gangguan Metabolisme
Penyakit metabolik seperti diabetes atau hipertensi dapat meningkatkan kemungkinan terkena katarak. Misalnya, penderita diabetes berisiko lebih tinggi mengembangkan katarak jenis kortikal, yang terjadi akibat penumpukan gula pada lensa mata.
BACA JUGA:Awas Penipuan Saat Lebaran! Simak Tips dari BRI agar Transaksi Tetap Aman
4. Cedera Mata
Cedera mata akibat benturan atau trauma juga dapat memicu terjadinya katarak. Pada orang muda, yang lebih aktif dalam berbagai aktivitas fisik, risiko cedera mata cukup tinggi, dan kerusakan pada lensa mata bisa menyebabkan katarak dengan cepat.
Operasi Sebagai Solusi Terakhir
Meskipun beberapa penderita katarak tidak perlu segera menjalani operasi, tindakan pembedahan adalah satu-satunya cara yang efektif untuk mengatasi penyakit ini.
BACA JUGA:Tips Atur Barang Bawaan Saat Balik Mudik Lebaran Agar Anak Betah dan Aman
Operasi katarak dapat mengembalikan penglihatan pasien dengan cukup cepat, dan prosedur ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, serta hanya memakan waktu sekitar 30-45 menit.
Setelah operasi, pasien akan diberikan obat tetes mata dan pengobatan lainnya untuk mencegah infeksi. Dalam beberapa kasus, pasien mungkin disarankan untuk menggunakan pelindung mata atau kacamata pasca operasi untuk memastikan pemulihan yang optimal. (**)