Ada Pasar Taba Nauli di Taba Terunjam, Cikal Bakal Pasar Harian Bengkulu Tengah?
--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Keberadaan bangunan dan sejumlah lapak perdagangan di Desa Taba Terunjam, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, menjadi perhatian.
Pasalnya, pada lokasi tersebut terdapat papan nama Pasar Tradisional Taba Nauli yang menyebut kawasan tersebut sebagai pasar harian di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Namun, hingga kini belum diketahui secara jelas mengenai status dan kedudukan pasar tersebut dalam struktur pasar di Kabupaten Bengkulu Tengah, termasuk apakah masuk sebagai pasar utama atau pasar tradisional yang dikelola secara mandiri.
BACA JUGA:Soroti Konsep Pembukaan, Bupati Rachmat Ingin Gebyar Semarak Merah Putih Jadi Magnet Masyarakat
BACA JUGA:Ditunggu! Ketegasan Dinas Dikbud Panggil Kepala SMPN 8 Terkait Lampu Berbinar Padam
Pengurus Pasar Tradisional Taba Nauli, Herman mengatakan, saat ini sejumlah lapak di lokasi tersebut sudah mulai disewakan kepada pedagang.
Lapak berada di bagian depan maupun belakang bangunan dengan tarif sewa yang berbeda.
“Kalau untuk bagian depan Rp300 ribu per bulan, sedangkan bagian belakang Rp250 ribu. Saat ini yang berjualan ada ikan, sayur, sembako dan makanan lainnya. Ini pasar tradisional harian di Bengkulu Tengah,” kata Herman.
Menurutnya, aktivitas perdagangan di pasar tersebut berlangsung setiap hari. Para pedagang dapat menyesuaikan waktu berjualan masing-masing, termasuk mengenai waktu menutup lapak.
BACA JUGA:Kadis Dagperinkop Tidak Tahu, BKPSDM Belum Respon, Sekda Serahkan ke Asisten III, Kembali ke Kadis?
BACA JUGA:Desa Renah Lebar Gelar Musdes Perencanaan RKPDes, Ini Sejumlah Usulan untuk Tahun Anggaran 2027
Herman menambahkan, pengelola juga berencana melakukan pengembangan dengan menambah sejumlah bangunan atau lapak di bagian belakang pasar.
Penambahan tersebut nantinya diperuntukkan bagi pedagang yang membutuhkan tempat berjualan.
“Nanti akan ada penambahan bangunan di bagian belakang, mungkin untuk jenis ikan atau sayur-sayuran. Kami buka setiap hari, kalau tutupnya tergantung para penyewa,” ujarnya.
Dengan mulai terisinya sejumlah lapak, aktivitas perdagangan di Pasar Tradisional Taba Nauli perlahan mulai terlihat.
BACA JUGA:Aktivis GOLBE Desak Pemkab Bengkulu Tengah Jatuhi Sanksi Tegas Oknum ASN Terjaring Razia di Warem
Keberadaan pasar tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk menjalankan aktivitas perdagangan.
Kendati demikian, mengenai status resmi Pasar Tradisional Taba Nauli serta pola pengelolaannya di Kabupaten Bengkulu Tengah masih perlu mendapatkan penjelasan dari pihak terkait agar informasi mengenai keberadaan pasar tersebut tidak menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: