Dukung Gerakan Nasional Zero ODOL, Hutama Karya Perkuat Kampanye SETUJU dan Pengawasan Jalan Tol
--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID – Sejalan dengan semangat "Terhubung Melayani, Bergerak untuk Negeri" Kementerian Perhubungan, PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung Gerakan Nasional Zero Over Dimension Over Loading (ODOL).
Melalui pelaksanaan Operasi ODOL secara berkala di seluruh ruas tol yang dikelola, langkah ini menjadi bagian terpadu dari kampanye keselamatan SETUJU (Selamat Sampai Tujuan).
Kampanye ini mengedepankan kepatuhan terhadap dimensi dan muatan kendaraan demi mewujudkan perjalanan yang aman, menjaga keandalan infrastruktur, serta mendukung sistem transportasi nasional yang berkelanjutan.
BACA JUGA:GOLBE: Kunjungan Pasien Meningkat Bukan Indikator Kemajuan Rumah Sakit!
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menegaskan bahwa kendaraan ODOL merupakan tantangan serius yang meningkatkan risiko kecelakaan fatal sekaligus mempercepat kerusakan jalan.
"Kendaraan ODOL rawan mengalami kegagalan pengereman, kehilangan kendali, hingga terguling yang membahayakan pengguna jalan lain. Selain itu, beban melebihi kapasitas memperpendek umur perkerasan jalan dan struktur jembatan. Oleh karena itu, penegakan regulasi ODOL sangat krusial," ujar Hamdani.
Sebagai langkah konkret penegakan aturan, Hutama Karya berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, Dinas Perhubungan, dan Jasa Raharja.
BACA JUGA:SIPLAH Telkom Diperkenalkan, Bupati Rachmat Minta Kepala Sekolah Bijak Hadapi Era Digital
BACA JUGA:Diduga Tak Ada Laporan Pengelolaan, BPD Pertanyakan Kejelasan Sapi Program Ketahanan Pangan Desa
Sepanjang periode Januari–Juli 2026, Operasi ODOL telah menjaring 1.280 kendaraan angkutan barang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 505 kendaraan terbukti melanggar ketentuan ODOL dan langsung ditindak tegas sesuai hukum.
Penindakan ini digelar di berbagai ruas strategis, seperti Tol Binjai–Langsa, Indrapura–Kisaran, Pekanbaru–Dumai, Terbanggi Besar–Kayu Agung, Bengkulu–Taba Penanjung, Betung–Jambi, Sigli–Banda Aceh, Padang–Sicincin, hingga Tol JORR Seksi S dan Akses Tanjung Priok.
Selain penindakan fisik, upaya preventif terus diperkuat melalui teknologi Weigh in Motion (WIM).
BACA JUGA:Kasus Pelecehan Anak di Bawah Umur, DP3AP2KB Benteng Pastikan Pendampingan Korban Berlanjut
Pada periode yang sama, sistem WIM berhasil mengidentifikasi sebanyak 342.748 kendaraan barang yang terindikasi melanggar batas dimensi maupun muatan.
"Pengawasan berbasis teknologi WIM dan razia lapangan bukan sekadar penegakan aturan, melainkan investasi keselamatan bagi seluruh pengguna jalan tol," tambah Hamdani.
Melalui Kampanye SETUJU, Hutama Karya mengimbau para pengusaha logistik dan pengemudi armada untuk memastikan armadanya laik jalan dan sesuai regulasi.
BACA JUGA:Diduga Terlibat Persetubuhan terhadap Anak, Satreskrim Polres Bengkulu Tengah Tangkap Pria 25 Tahun
Pengguna jalan tol juga diingatkan untuk mematuhi batas kecepatan (60–100 km/jam untuk luar kota, maks. 80 km/jam untuk dalam kota), menjaga jarak aman, dan tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat.
Edukasi bahaya ODOL terus digaungkan melalui Variable Message Sign (VMS), spanduk, media sosial, hingga siaran public address di gerbang tol dan rest area.
Untuk kenyamanan pengguna jalan, Hutama Karya juga menyediakan aplikasi Mozy yang dilengkapi fitur pantauan CCTV, lokasi rest area, hingga tombol darurat (SOS). Informasi dan bantuan darurat 24 jam dapat diakses melalui Call Center Terintegrasi di 150-700 atau WhatsApp 0811-2777-000.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: