Perumda Tirta Raflesia Perbaiki Meteran Rusak, Warga Keluhkan Air Sering Mati dan Keruh
--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Perumda Tirta Raflesia Bengkulu Tengah bergerak cepat menangani kerusakan meteran air milik pelanggan di Desa Panca Mukti, Kecamatan Pondok Kelapa, yang rusak akibat tertimpa pohon pada Jumat (17/7/2026).
Meski kerusakan berhasil diperbaiki, warga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan keluhan terkait aliran air yang kerap mati dan kondisi air yang terkadang keruh.
Menurut warga, gangguan tersebut sudah beberapa kali terjadi sehingga sebagian masyarakat memilih menggunakan fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
BACA JUGA:Sah! Marsal Abadi Kembali Nahkodai PWI Bengkulu, Sukatno Pimpin Dewan Kehormatan
BACA JUGA:Tepis Isu Miring, Pemdes Panca Mukti Kucurkan Rp105 Juta Dana Desa untuk Rehab Jalan
Direktur Perumda Tirta Raflesia Bengkulu Tengah, Movizar Apriandi, S.T., M.Ling, memastikan laporan kerusakan meteran telah ditindaklanjuti dengan cepat oleh petugas.
"Sudah diselesaikan laporan sambungan rumah yang rusak kemarin. Kerusakan terjadi karena ada pohon yang ditebang kemudian menimpa meteran. Begitu laporan masuk, langsung kami tindak lanjuti," ujar Movizar.
Menanggapi keluhan warga mengenai aliran air yang sering mati dan berubah keruh, Movizar menjelaskan kondisi tersebut umumnya dipengaruhi oleh pasokan listrik yang tidak stabil.
BACA JUGA:Sah! Sekda Benteng Tomi Marisi Resmi Dikukuhkan Jadi Ketua FORSESDASI Provinsi Bengkulu
BACA JUGA:Berawal dari Jual Beli Kendaraan Akhir 2021, Warga Bengkulu Ini Malah Apes Kena Tipu
Saat tegangan listrik melemah atau padam, pompa distribusi air harus dihentikan sementara untuk menghindari kerusakan peralatan.
Ketika aliran listrik kembali normal dan pompa dioperasikan, endapan yang menempel di dalam pipa distribusi dapat terdorong oleh tekanan air sehingga menyebabkan air terlihat keruh untuk sementara waktu.
"Mengenai air yang keruh, silakan segera laporkan ke Perumda agar bisa kami lakukan pengurasan jaringan. Saat listrik padam atau tegangan tidak stabil, pompa memang kami matikan. Ketika pompa hidup kembali, terjadi proses flushing di dalam pipa sehingga endapan lumpur ikut terdorong. Bila perlu lapor langsung ke direktur atau melalui layanan pengaduan pelanggan agar segera kami tindak lanjuti," jelasnya.
BACA JUGA:Sejumlah Kejanggalan dari Mutasi: Penempatan Tak Sesuai Pendidikan Hingga Besaran Tunjangan pada SK
BACA JUGA:Polres dan Kejari Bengkulu Tengah Pererat Kerja Sama, Siap Jaga Kamtibmas dan Penegakan Hukum
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan setiap keluhan pelayanan kepada Perumda Tirta Raflesia.
Menurutnya, laporan pelanggan menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan secara lebih cepat.
Dengan adanya komunikasi aktif antara pelanggan dan Perumda, diharapkan kualitas pelayanan air bersih di Bengkulu Tengah terus meningkat dan gangguan distribusi dapat ditangani secara optimal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: