ADD Akhirnya Cair, Namun Baru Sebulan, Begini Respons Para Kepala Desa
ilustrasi--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Setelah beberapa bulan mengalami keterlambatan, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah akhirnya mulai mencairkan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk pembayaran Penghasilan Tetap (Siltap) perangkat desa.
Namun, pencairan tersebut baru mencakup tunggakan satu bulan, sehingga masih menyisakan harapan para kepala desa agar sisa pembayaran segera direalisasikan.
Sebelumnya, pembayaran Siltap pemerintah desa diketahui tertunggak sejak Maret 2026. Kondisi tersebut membuat banyak perangkat desa harus mencari berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan operasional maupun kebutuhan keluarga.
BACA JUGA:Terlalu, Oknum Perangkat Desa Beli Mobil Tahun 2021 dengan Warga Bengkulu Hingga 2026 Belum Dilunasi
BACA JUGA:Kelola Dana Ratusan Juta untuk Ketahanan Pangan Tak Libatkan BUMDes, Inspektorat Diminta Selidiki
Kepala Desa Pagar Jati yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Semidang Lagan, Paisal Asuwan, membenarkan bahwa ADD telah mulai dicairkan. Meski demikian, ia mengaku pembayaran yang baru mencakup satu bulan masih belum sesuai harapan para pemerintah desa.
"Benar, baru satu bulan yang dibayarkan dari tunggakan sejak Maret. Mau lesu atau bagaimana pun, kami tetap menerima apa pun kebijakan yang ada. Mungkin memang kemampuan keuangan daerah saat ini seperti itu. Kami terima dengan lapang dada," ujar Paisal.
Senada dengan itu, Kepala Desa Margo Mulyo, Kecamatan Pondok Kubang, Syaifurohman, mengaku telah memperoleh informasi dari perangkat desa mengenai pencairan tersebut.
BACA JUGA:Jelang Musda, KAHMI Bengkulu Tengah Sowan ke Bupati Rachmat, Jadi Ajang Nostalgia Masa Kuliah
Namun, karena sedang berada di luar daerah mengurus keperluan pendidikan anaknya, ia belum sempat memastikan secara langsung proses pencairannya.
Menurutnya, dana tersebut sangat dibutuhkan mengingat selama beberapa bulan terakhir pemerintah desa harus mencari pinjaman untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
"Informasi dari perangkat memang sudah cair, tetapi saya masih di luar kota sehingga belum melihat langsung. Kalau memang sudah bisa diambil tentu akan segera kami ambil, karena selama ini kami terpaksa gali lubang tutup lubang. Kalau tidak segera diambil, perputaran uang di desa semakin sulit, sementara pinjaman yang kemarin juga harus segera diselesaikan," katanya.
BACA JUGA:Proyek Rehab Balai Posyandu Pekik Nyaring Diduga Mandek, Golbe Desak Inspektorat Turun Tangan
BACA JUGA:Pelat Mobnas Diduga Ditukar Jadi Sorotan Pengamat Hukum Hingga Warga Sekitar, Pejabat Bungkam!
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Bengkulu Tengah, Tripuja Nugraha, S.Sos., M.AP., melalui Fungsional Analis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Muda Bidang Anggaran, Febri Bujianto, menjelaskan bahwa pencairan ADD dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
"Pembayaran ADD saat ini disesuaikan terlebih dahulu dengan ketersediaan anggaran daerah," jelas Febri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: