Desa Batu Raja Kembangkan Program Ayam Petelur Kemendes, Omzet Capai Rp300 Ribu per Hari
--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Program bantuan kandang ayam petelur dari Kementerian Desa (Kemendes) di Desa Batu Raja, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, terus menunjukkan perkembangan positif.
Tidak hanya memanfaatkan bantuan pemerintah pusat, pemerintah desa juga menambah populasi ayam melalui Dana Desa (DD) sehingga kapasitas produksi telur semakin meningkat.
Desa Batu Raja menjadi salah satu dari enam desa di Indonesia yang menerima program bantuan tersebut.
BACA JUGA:Pelatihan Tunas 1 dan 2 TIDAR Digelar di Benteng, Bupati Rachmat Dorong Lahirnya Pemimpin Muda
BACA JUGA:Agung Toyota Bengkulu Kenalkan New Hilux, Usung Mesin Baru dan Fitur Lebih Canggih
Kini, pengelolaan usaha yang dijalankan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mulai mampu memasok kebutuhan telur bagi masyarakat sekitar, meski produksinya belum sepenuhnya memenuhi permintaan pasar.
Kepala Desa Batu Raja, Budi Antoni, mengatakan jumlah ayam petelur saat ini mencapai 650 ekor.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 200 ekor merupakan bantuan Kemendes, sedangkan 450 ekor lainnya berasal dari penambahan melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2025.
BACA JUGA:Komisi III DPRD Benteng Soroti Nasib 203 Karyawan PT BAM, Desak Disnakertrans Tuntaskan Polemik
BACA JUGA:Dana Banpol Bengkulu Tengah 2026 Mulai Diverifikasi, PDIP Terima Alokasi Terbesar
"Total ayam sekarang mencapai 650 ekor. Awalnya hanya 200 ekor dari bantuan Kemendes, kemudian kami menambah 450 ekor melalui Dana Desa 2025. Saat ini yang stabil berproduksi masih ayam bantuan Kemendes, sehingga hasil penjualan telur mencapai sekitar Rp300 ribu per hari. Ayam yang kami tambah baru berumur satu bulan sehingga produksinya belum maksimal," ujar Budi.
Menurutnya, usaha peternakan ayam petelur tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan ketahanan pangan desa, tetapi juga menjadi langkah awal dalam mengembangkan unit usaha desa yang berkelanjutan.
Meski demikian, Budi mengakui pengelolaan peternakan ayam petelur masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama tingginya harga pakan yang berdampak pada biaya operasional.
BACA JUGA:Laporan Dugaan Guru Honorer Fiktif di Bengkulu Tengah, Golbe Pertanyakan Keseriusan Kejari
BACA JUGA:Proyek Rehab Balai Posyandu Rp100 Juta di Desa Pekik Nyaring Diduga Mangkrak
"Kendala terbesar adalah harga pakan karena kami masih menggunakan pakan jadi, bukan pakan racikan sendiri. Dengan jumlah ayam saat ini, secara bisnis belum bisa dikatakan memperoleh keuntungan. Idealnya, usaha ini baru benar-benar efisien jika memiliki sekitar 1.000 ekor ayam. Jadi sekarang pendapatan masih berimbang dengan pengeluaran," jelasnya.
Ke depan, Pemerintah Desa Batu Raja berharap pemerintah pusat kembali memberikan dukungan agar usaha tersebut dapat terus berkembang.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah pembangunan kandang baru dengan kapasitas lebih besar sehingga produksi telur dapat ditingkatkan.
BACA JUGA:Ketahanan Pangan Desa Pematang Tiga Disorot, BUMDes Mengaku Tak Dilibatkan Kelola Dana Rp160 Juta
"Kami berharap ada tambahan bantuan dari pemerintah pusat, khususnya Kemendes. Jika ada dukungan lagi, kami akan membangun kandang baru dengan kapasitas yang lebih besar. Pengalaman yang sudah kami miliki saat ini menjadi modal untuk mengembangkan usaha ini agar semakin produktif," pungkas Budi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: