Prihatin 31 Pelajar Putus Sekolah, Bupati Rachmat Wacanakan Program Orang Tua Angkat

Prihatin 31 Pelajar Putus Sekolah, Bupati Rachmat Wacanakan Program Orang Tua Angkat

Drs. Rachmat Riyanto S.T, M.A.P., Bupati Bengkulu Tengah----

 

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah mewacanakan penerapan program orang tua angkat sebagai langkah nyata menekan angka anak putus sekolah.

 

Program tersebut muncul setelah ditemukannya puluhan siswa SD dan SMP yang tidak dapat mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) pada Tahun Ajaran 2025/2026 karena lebih dahulu berhenti sekolah.

 

Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, ST, M.AP, mengaku prihatin atas kondisi tersebut.

 

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, terdapat 31 siswa yang tidak dinyatakan lulus, terdiri dari 17 siswa SD dan 14 siswa SMP karena tidak mengikuti ujian akhir.

 

BACA JUGA:Kepada Camat Karang Tinggi Kades Bantah Tersangkut Utang, RH: Bagaimana dengan Surat Perjanjian Bermeterai?

BACA JUGA:Wadah Lahirkan Prestasi Akademik dan Nonakademik, SMPN 1 Bengkulu Tengah Buka SPMB Mulai 1 Juli

 

Menurut Bupati, persoalan anak putus sekolah harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama dunia pendidikan dan pemerintah daerah.

 

"Saya sudah mengingatkan, jangan sampai ada anak-anak di Kabupaten Bengkulu Tengah yang putus sekolah. Dengan kejadian ini sangat saya sayangkan dan saya akan meminta kepada Kepala Dinas Dikbud untuk menindaklanjuti kejadian ini," tegas Rachmat.

 

Ia mengatakan dalam waktu dekat akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk meminta penjelasan secara rinci terkait penyebab terjadinya kasus tersebut, sekaligus mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang.

 

BACA JUGA:Nomor Kepala Sekolah di Bengkulu Tengah Dicatut, Pelaku Sebar Pesan Minta Transfer Rp2 Juta

BACA JUGA:Gelombang Demo Mahasiswa Meluas Hingga ke Bengkulu, PCNU Bengkulu Tengah Serukan Jaga Perdamaian

 

Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya berhenti pada pendataan jumlah siswa yang putus sekolah, tetapi juga harus mengetahui akar persoalan yang menyebabkan mereka tidak dapat melanjutkan pendidikan.

 

"Saya menginginkan semua persoalan yang ada memiliki solusi dan titik temunya," ujarnya.

 

Sebagai langkah penanganan, Pemkab Bengkulu Tengah tengah menyiapkan program orang tua angkat yang melibatkan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

 

Melalui program tersebut, kepala OPD diharapkan dapat membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.

 

BACA JUGA:Rehab Lantai Jembatan dan Pembangunan Siring Jadi Prioritas Pemdes Pagar Gunung Tahun 2026

BACA JUGA:Sambut HUT ke-4, LPK Kaizu Hamagi Gakkou Beri Diskon Belajar Bahasa Jepang Hingga Rp3,5 Juta

 

"Solusi yang sudah saya pikirkan adalah meminta kepala OPD menjadi orang tua angkat bagi anak-anak yang kondisi perekonomian keluarganya kurang. Dengan begitu, tidak ada lagi anak di Kabupaten Bengkulu Tengah yang putus sekolah," ungkapnya.

 

Bupati juga meminta seluruh ASN, khususnya kepala sekolah dan tenaga pendidik, lebih proaktif dalam memantau kondisi peserta didik.

 

Jika terdapat siswa yang mulai jarang masuk sekolah, pihak sekolah diminta segera melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebabnya.

 

"Saya minta kepada sekolah agar lebih proaktif terhadap siswa dan siswi. Kalau ada yang sudah lama tidak masuk sekolah, segera dicari tahu penyebabnya dan jangan didiamkan. Jangan sampai ketika siswa tersebut sudah berhenti sekolah, baru kita mengetahuinya," tegasnya.

 

BACA JUGA:Harga Batik Sungai Lemau untuk Siswa Baru Resmi Ditetapkan, Kain Rp130 Ribu dan Seragam Rp230 Ribu

BACA JUGA:Sudah 2 Kades Terjerat Utang, Kadis Marhalim Prihatin, Bakal Panggil Kedua Belah Pihak

 

Temuan 31 siswa yang tidak mengikuti UAS ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah di tengah upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bengkulu Tengah.

 

Berbagai faktor seperti kondisi ekonomi keluarga, masalah sosial, kesehatan hingga lingkungan diduga menjadi penyebab anak-anak tersebut tidak menyelesaikan pendidikan.

 

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah berkomitmen mencari solusi konkret agar seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan hak pendidikan dan kasus serupa tidak kembali terjadi pada tahun ajaran mendatang.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: