Cegah Kecelakaan di Tol, Hutama Karya Intensifkan Operasi Microsleep dan Edukasi Pengemudi
--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - PT Hutama Karya (Persero) kembali mengingatkan para pengguna jalan tol untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Melalui kampanye SETUJU (Selamat Sampai Tujuan), perusahaan pelat merah tersebut mengajak masyarakat lebih disiplin dalam berkendara, menjaga kondisi fisik, memastikan kendaraan layak jalan, serta mematuhi seluruh aturan lalu lintas di jalan tol.
Imbauan tersebut disampaikan seiring semakin panjangnya ruas jalan tol yang dikelola Hutama Karya setiap tahun.
Kondisi jalan tol yang relatif lurus, mulus dan nyaman dinilai kerap membuat pengemudi lengah sehingga meningkatkan risiko kelelahan hingga microsleep saat berkendara.
BACA JUGA:Dedikasikan Penghargaan untuk Masyarakat Bengkulu Tengah, Bupati Rachmat: Kado Istimewa HUT ke-18
BACA JUGA:Pencairan Dana Banpol Segera Diproses, Kesbangpol Bengkulu Tengah Perketat Verifikasi
Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, Hamdani, mengatakan keselamatan perjalanan tidak hanya ditentukan oleh kualitas jalan, tetapi juga kesiapan pengemudi dan kondisi kendaraan.
“Karakteristik jalan tol yang panjang dan mulus sering kali membuat pengemudi merasa nyaman sehingga tanpa disadari mengalami kelelahan atau bahkan microsleep. Apabila mulai merasa lelah, mengantuk, kehilangan konsentrasi, atau mengalami tanda-tanda microsleep, pengguna jalan diimbau segera menepi dan beristirahat di rest area terdekat,” ujar Hamdani dalam keterangan resminya, Rabu (10/6/2026).
Selain menjaga kondisi fisik, Hutama Karya juga mengimbau pengguna jalan untuk melakukan pemeriksaan kendaraan sebelum melakukan perjalanan.
Pengecekan meliputi kondisi ban, rem, lampu, oli, air radiator, tekanan ban hingga kecukupan bahan bakar guna menghindari gangguan teknis di tengah perjalanan.
BACA JUGA:Seleksi Perangkat Desa Penum Tuntas, Dua Nama Ini Unggul dalam Tes Tertulis
BACA JUGA:Pertamax Tembus Rp16.650 per Liter, Warga Bengkulu Tengah Mengeluh
Menurut Hamdani, kendaraan yang mengalami kerusakan di jalan tol memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi karena seluruh kendaraan bergerak dengan kecepatan relatif tinggi.
Tak hanya itu, Hutama Karya juga menegaskan larangan bagi kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL)melintas di jalan tol.
Kendaraan dengan muatan berlebih dinilai dapat mempercepat kerusakan infrastruktur sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Keselamatan di jalan tol tidak hanya ditentukan oleh kondisi jalan, tetapi juga kesiapan pengemudi, kelayakan kendaraan, kepatuhan terhadap batas kecepatan, serta kedisiplinan terhadap aturan muatan kendaraan. Setiap kecelakaan di jalan tol meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan,” tegas Hamdani.
BACA JUGA:Administrasi Kepegawaian Gunawan Suryadi Infonya Belum Sepenuhnya Rampung di Pemprov, BKPSDM:
BACA JUGA:Belum Difungsikan Pagar Gedung Labkesmas Gunung Bungkuk Didapati Rusak, Kadinkes Sebut
Sebagai langkah pencegahan kecelakaan akibat pengemudi mengantuk, Hutama Karya secara rutin menggelar Operasi Microsleep di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Melalui kegiatan tersebut, pengemudi yang melintas pada jam-jam rawan mengantuk diarahkan untuk beristirahat di rest area.
Petugas juga melakukan pemeriksaan kondisi fisik pengemudi serta pengecekan kendaraan secara sederhana.
Selain itu, pengguna jalan diberikan kopi dan makanan ringan agar dapat kembali segar sebelum melanjutkan perjalanan.
BACA JUGA:Didukung Bupati, Baznas Bengkulu Tengah Ajak ASN Salurkan Zakat Melalui UPZ OPD
Hutama Karya menyebut program tersebut merupakan inisiatif pertama yang dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di Indonesia sebagai bentuk komitmen dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas akibat kelelahan pengemudi.
Dalam kampanye SETUJU, Hutama Karya juga mengingatkan pengguna jalan untuk mematuhi batas kecepatan yang berlaku, yakni minimum 60 kilometer per jam dan maksimum 100 kilometer per jam untuk jalan tol luar kota, serta maksimum 80 kilometer per jam untuk jalan tol dalam kota.
Pengguna jalan juga diminta menjaga jarak aman, menggunakan lajur sesuai peruntukannya, tidak menggunakan telepon genggam saat mengemudi, memastikan saldo uang elektronik mencukupi, serta tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat.
Sebagai pendukung layanan perjalanan, Hutama Karya menghadirkan aplikasi Mozy yang menyediakan informasi tarif tol, kondisi lalu lintas melalui CCTV, lokasi rest area, SPBU, rekomendasi kuliner hingga fitur tombol darurat.
BACA JUGA:Bolen Pisang dan Bakpia Ubi Jadi Produk Unggulan, Pemdes Lagan Bungin Dorong Ekonomi Warga
BACA JUGA:El Nino Berpotensi Perparah Kekeringan, BPBD Benteng Minta Warga Jangan Bakar Lahan
Masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan juga dapat menghubungi layanan Call Center Terintegrasi Jalan Tol Hutama Karya melalui nomor 150-700 atau WhatsApp 0811-2777-000.
Dengan berbagai langkah tersebut, Hutama Karya berharap budaya berkendara yang aman, tertib dan bertanggung jawab dapat semakin tumbuh di kalangan pengguna jalan tol sehingga seluruh perjalanan dapat berlangsung aman dan nyaman hingga sampai tujuan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: