Tingkatkan Layanan Air Bersih, Perumda Benteng Kaji Pembangunan IPA Rp30 Miliar
Direktur Perumda Tirta Rafflesia Kabupaten Benteng, Movizar Apriandi, ST., M.Ling–--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Upaya meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat terus dilakukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Raflesia Kabupaten Bengkulu Tengah.
Saat ini, perusahaan daerah tersebut tengah melakukan kajian teknis dan analisis hidrolis untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di Desa Renah Kandis, Kecamatan Pagar Jati.
Pembangunan IPA tersebut diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Kecamatan Pagar Jati dan wilayah sekitarnya.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Raflesia Bengkulu Tengah, Movizar Apriadi, S.T., M.Ling., mengatakan hingga kini pihaknya belum menetapkan titik pembangunan karena masih melakukan perhitungan teknis guna menentukan lokasi yang paling ideal.
“Penentuan lokasi belum dilakukan. Kami masih melakukan perhitungan analisa hidrolis untuk menentukan titik pembangunan yang paling tepat,” ujar Movizar.
Berdasarkan hasil survei awal, sumber air baku yang berada di Desa Renah Kandis dinilai sangat potensial.
Debit sungai yang cukup besar diperkirakan mampu mendukung operasional IPA dengan kapasitas produksi antara 20 hingga 30 liter per detik.
BACA JUGA:Polemik DL Berjemaah Dinas Perpusip Belum Tuntas, Inspektorat Diminta Periksa
BACA JUGA:Warga Air Napal Tagih Keadilan Agraria, ATR/BPN Tinjau Langsung Lahan Sengketa HGU
“Kami telah melakukan survei awal terhadap potensi sumber air baku. Dari hasil survei, kondisi sungai di Renah Kandis cukup potensial dan memiliki debit air yang besar untuk mendukung kebutuhan IPA,” jelasnya.
Menurut Movizar, lokasi pembangunan menjadi faktor penting karena tidak hanya akan melayani warga Desa Renah Kandis, tetapi juga desa-desa sekitar hingga kecamatan terdekat.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, Perumda memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp20 miliar hingga Rp30 miliar, termasuk pembangunan intake, instalasi pengolahan, jaringan transmisi, dan distribusi air.
“Bangunan utama intake, IPA, jaringan transmisi dan JDU akan diusulkan melalui APBN. Sedangkan jaringan distribusi dan sambungan rumah akan diupayakan melalui DAK, dana Inpres maupun APBD,” ungkapnya.
BACA JUGA:Akui DL ke Hotel, Kadis Perpusip: Undangannya Memang untuk 10 Orang
BACA JUGA:Penunjukannya Tuai Polemik, Intip Harta Kekayaan Gunawan Suryadi
Movizar berharap pembangunan IPA baru dapat menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan air bersih yang berkualitas.
“Banyak dokumen dan persyaratan yang harus dipenuhi. Karena itu kami juga berkoordinasi dengan sejumlah OPD terkait untuk mendukung proses pengusulan pembangunan ini,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: