Produksi Sawit Bengkulu Tengah Naik, Program PSR Terus Berjalan
ilustrasi--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Perkembangan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah terus mengalami peningkatan.
Selain luasan lahan yang bertambah, produksi tandan buah segar (TBS) sawit di daerah tersebut juga disebut terus meningkat setiap tahunnya.
Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah, Silvia Atmareta mengatakan, sektor perkebunan sawit masih menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat dan daerah.
“Luasan terus bertambah, produksi semakin meningkat,” ujar Silvia.
BACA JUGA:Tanaman Sawit di Bibir Sungai Disorot Walhi, Dinilai Perparah Risiko Banjir
BACA JUGA:Pengadaan Seragam Dikbud Benteng Disorot, Kritikus Minta Penyedia Kembalikan Uang Negara
Menurutnya, pemerintah daerah juga terus mendukung pengembangan sektor perkebunan sawit melalui berbagai program, salah satunya Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Silvia menjelaskan, saat ini program PSR masih terus berjalan, baik dalam tahap pelaksanaan maupun pengusulan untuk kelompok masyarakat dan petani sawit di Bengkulu Tengah.
“PSR juga saat ini berjalan, ada yang masih dalam pelaksanaan dan ada yang dalam pengusulan juga,” tambahnya.
Terkait aturan penanaman sawit yang disebut harus memiliki jarak sekitar 100 meter dari aliran sungai, Silvia mengaku pihaknya belum mempelajari secara rinci mengenai regulasi tersebut.
BACA JUGA:Dugaan Honorer Fiktif Lulus PPPK Mulai Diselidiki, Kejari Bengkulu Tengah Pastikan Diproses
Meski demikian, ia menyebut sejumlah perusahaan perkebunan sawit di Bengkulu Tengah sudah mulai melakukan langkah penghijauan di kawasan sekitar aliran sungai guna mengurangi dampak lingkungan.
“Kalau perusahaan banyak yang di aliran sungai melakukan penghijauan tanaman bambu dan kayu-kayuan. Kalau jarak dari sungai boleh langsung dengan pihak DLHK. Kalau masyarakat masih yang nanam apalagi kalau tanahnya memang dekat dengan sungai tersebut,” jelas Silvia.
Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menyoroti keberadaan tanaman sawit yang dinilai terlalu dekat dengan sempadan sungai di Kabupaten Bengkulu Tengah dan dianggap berpotensi memperparah dampak banjir di sejumlah wilayah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: