DISWAY AWARDS

Perihal Seragam Diduga Tidak Sesuai Spek Hingga Ditolak dan Dikembalikan Dinas, Penyedia Sebut

Perihal Seragam Diduga Tidak Sesuai Spek Hingga Ditolak dan Dikembalikan Dinas, Penyedia Sebut

--

 

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Terungkapnya fakta bahwa belum kunjung dibagikan seragam olahraga kepada guru-guru oleh Dinas Dikbud Kabupaten Bengkulu Tengah lantaran jumlah seragam yang ada saat ini tersisa kurang lebih separo dari total pemesanan sebanyak 1.170 stel menambah daftar dugaan kejanggalan. 

 

Mulai dari anggaran yang digunakan adalah tahun 2024 lalu, sedangkan pekerjaan ditengarai baru dilaksanakan pada tahun 2025.

 

Pihak dinas sendiri baru menerima barang pada bulan September 2025. Itupun tidak langsung diterima, melainkan setelah pengecekan terdapat seragam yang ukurannya tidak sesuai.

 

BACA JUGA:Pengusutan Pengadaan Lampu Berbinar Sekolah Senilai Miliaran, Tipidkor Polres Agendakan Periksa Sekda Tomi

BACA JUGA:Tuntut Kepastian Hukum, Golbe Pertanyakan Pengembalian Lahan 30 Persen Renah Semanek

 

Alhasil dari dinas mengembalikan barang tersebut.

 

 

Pihak penyedia dalam hal ini Adi menuturkan bahwa di awal dikarenakan ukuran S dan M yang mendominasi, pihak pabrik mengelompokkan menjadi ukuran all size.

 

"Kalau untuk spek khusus itu tidak ada, tapi memang dalam segi bahan memang tergolong bahan yang sudah bagus. Mengenai ukuran memang sudah diberikan oleh Dikbud tapi karena banyak ukuran S dan M dianggap pabrik sama jadi pabrik memutuskan untuk ukuran all size. Setelah sampai ternyata banyak ukuran yang gantung,"jelas Adi.

 

Adi menerangkan, baju tersebut diambil langsung dari pabrik yang berada di Jakarta.

 

BACA JUGA:Sepanjang Tahun 2025 Pemerintah Revitalisasi Sebanyak 14.072 Satuan Pendidikan

BACA JUGA:Eks Lahan Tambang di Bengkulu Tengah Ditanami Sawit dan Diduga Sempat Diperjualbelikan

 

Awalnya sempat Ingin ke lokasi Bandung akan tetapi dikarenakan banyak hanya store, pihak penyedia memilih langsung ke pabrik di Jakarta.

 

"Awalnya memang Ingin di Bandung, karena ternyata pembuatan dan cepatnya lebih baik di Jakarta, jadi kita putuskan ambil di sana. Dan juga di Bandung itu hanya merek dan pembuatan masih di pabrik. Kita putuskan langsung dari pabrik yang ada di Jakarta saja. Langsung dari bahan dan jadi," pungkas Adi.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: