DISWAY AWARDS

Disdikbud Bengkulu Tengah Tegaskan Larangan Tambah Libur, Sanksi Menanti Guru yang Melanggar

Disdikbud Bengkulu Tengah Tegaskan Larangan Tambah Libur, Sanksi Menanti Guru yang Melanggar

Erriyanto, Plt Kadis Dikbud Bengkulu Tengah--

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bengkulu Tengah mengingatkan seluruh guru dan siswa agar tidak menambah hari libur pasca libur awal puasa. Kegiatan belajar mengajar (KBM) dijadwalkan kembali aktif pada Senin, 23 Februari 2026, dan kehadiran akan dipantau secara langsung oleh pihak dinas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Bengkulu Tengah, Erriyanto, S.Pd., M.A.P., menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi tenaga pendidik yang menambah hari libur tanpa alasan yang jelas. Ia memastikan sanksi akan diberikan sesuai aturan apabila ditemukan pelanggaran.

BACA JUGA:Dana Revitalisasi Sekolah Swasta Bengkulu Tengah Senilai Rp3,2 Miliar Diselidiki

“Untuk hari pertama masuk sekolah setelah libur awal puasa, kami dari Dinas Pendidikan akan turun langsung memantau agar kegiatan belajar mengajar berjalan efektif. Jika ada guru atau siswa yang menambah libur tanpa alasan yang sah, tentu akan kami tindak lanjuti berdasarkan laporan pengawas pembina,” ujar Erriyanto.

Ia berharap seluruh satuan pendidikan sudah kembali aktif sepenuhnya pada hari pertama masuk sekolah. Menurutnya, kedisiplinan guru dan siswa menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas pembelajaran.

BACA JUGA:Telan Anggaran Ratusan Juta, Seragam Olahraga Guru Pengadaan 2024 Dipertanyakan

Selain menegaskan soal disiplin kehadiran, Disdikbud juga mengarahkan sekolah untuk mengisi kegiatan selama bulan Ramadhan dengan aktivitas yang bernilai ibadah dan pembinaan karakter. Kegiatan seperti pesantren kilat, kultum, shalawat, program One Day One Juz, serta pembinaan karakter siswa dianjurkan untuk diperbanyak.

“Pembelajaran di bulan Ramadhan hendaknya diisi dengan kegiatan yang memperkuat iman dan takwa serta pembinaan karakter. Guru dan wali kelas harus mengawasi kegiatan siswa agar berjalan tertib dan bermanfaat,” tambahnya.

BACA JUGA:Surat Edaran Satpol PP Diduga Tak Diindahkan, Warem Liku Sembilan Masih Beroperasi Saat Ramadan

Selama Ramadhan, durasi setiap jam pelajaran juga akan dikurangi 10 menit sebagai bentuk penyesuaian waktu belajar. Disdikbud Bengkulu Tengah berharap seluruh guru dan siswa dapat menjaga disiplin serta menjadikan momentum Ramadhan sebagai ajang pembentukan karakter positif di lingkungan sekolah.(iza)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: