DISWAY AWARDS

DLH Temukan Tumpukan Pampers di Jalan Sepi, Ini Dampaknya Menurut Tenaga Kesehatan

DLH Temukan Tumpukan Pampers di Jalan Sepi, Ini Dampaknya Menurut Tenaga Kesehatan

--

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkulu Tengah menemukan tumpukan sampah pampers bekas saat melaksanakan kegiatan pembersihan pada Sabtu (14/2/2026). Sampah tersebut ditemukan di ruas jalan sepi antara Desa Jumat dan Desa Pulau Panggung, Kecamatan Talang Empat.

Temuan itu menjadi perhatian serius karena pampers termasuk limbah rumah tangga yang tidak mudah terurai dan berpotensi mencemari lingkungan dalam jangka panjang. Selain pampers, petugas juga menemukan sampah rumah tangga lain yang dibuang sembarangan di lokasi tersebut.

BACA JUGA:Kabar Gembira! Bupati Rachmat Siapkan Lokasi Pasar Kaget Ramadan Bagi Para Pelaku UMKM Bengkulu Tengah

Kepala Puskesmas Taba Lagan, Ners. Eli Gusniarti, S.Kep., menjelaskan bahwa setiap puskesmas memiliki program Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar (BAB) Sembarangan. Menurutnya, makna ODF tidak hanya terbatas pada tinja, tetapi juga mencakup limbah yang mengandung kotoran manusia, termasuk pampers.

“Tidak ada lagi warga yang BAB sembarangan bukan berarti hanya dalam bentuk tinja. Pampers bekas juga termasuk di dalamnya karena mengandung kotoran,” jelas Eli.

BACA JUGA:Raih Peringkat Terbaik MCSP, Kepala OPD Ajak Tingkatkan Integritas dan Kinerja

Ia memaparkan, pampers mengandung sejumlah bahan kimia yang sulit terurai di tanah. Di antaranya Polimer Super Penyerap (Super Absorbent Polymer/SAP atau Sodium Polyacrylate) yang mampu menyerap cairan dalam jumlah besar, namun bersifat non-biodegradable dan berpotensi terurai menjadi mikroplastik. Selain itu terdapat bahan seperti polietilena (PE), polipropilena (PP), poliester, serta perekat khusus (adhesive/hot melt adhesive).

“Sampah pampers memiliki bahan yang tidak mudah terurai. Jika dibuang sembarangan, tentu akan mengganggu struktur tanah dan dalam jangka panjang dapat menurunkan kesuburan tanah. Ini tidak boleh dianggap sepele,” tegasnya.

BACA JUGA:Dana Desa Dipangkas, Pembangunan Tribun Lapangan Margo Mulyo Tertunda

Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat berdampak pada kesehatan lingkungan, termasuk potensi pencemaran air dan berkembangnya sumber penyakit.

“Saya berharap masyarakat, baik di wilayah kerja kami maupun di seluruh Kabupaten Bengkulu Tengah, semakin sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Ini menyangkut bahaya jangka panjang bagi lingkungan dan kesehatan,” pungkas Eli.

BACA JUGA:Ragam Tradisi Sambut Bulan Suci Ramadan di Indonesia

Pemerintah daerah melalui dinas terkait pun diharapkan terus meningkatkan edukasi serta pengawasan, agar kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat dan lingkungan tetap terjaga.(one)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: