Tanpa Kehadiran Ketua dan Sekretaris DPC, Muswil X DPW PPP Bengkulu Tetap Bergulir
--
RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) X tahun 2026 yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Bengkulu, Kamis (5/2/2026) tetap bergulir. Muswil dihadiri langsung Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, H. Muhamad Mardiono.
Sebelum Muswil X digelar, sempat mencuat isu ketidakhadiran sejumlah ketua dan sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP se-Provinsi Bengkulu. Selain itu, tidak dicantumkannya Sekretaris Jenderal DPP PPP dalam surat kegiatan Muswil turut memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak.
H. Muhamad Mardiono kepada awak media menegaskan Muswil X DPW PPP Bengkulu tetap sah dan konstitusional, karena telah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
BACA JUGA:Persoalkan Legalitas SK, Delapan DPC PPP se-Provinsi Bengkulu Pilih Tak Hadiri Muswil X 2026
BACA JUGA:6 Daerah Penghasil Genteng Tanah Liat di Indonesia, Adakah Daerahmu
‘’Muswil ini merupakan amanat konstitusi partai yang harus berjalan karena sudah sesuai dengan agenda-agenda partai. Dalam demokrasi pasti ada yang berpendapat lain, ada yang setuju dan ada yang tidak setuju,’’ ujar Mardiono.
Ia menekankan bahwa PPP didirikan bukan untuk menjadi ajang perebutan jabatan, melainkan sebagai wadah perjuangan demi kepentingan umat dan bangsa.
‘’Partai ini didirikan bukan untuk menjadi ajang perebutan jabatan, baik itu ketua, sekretaris, atau jabatan lainnya, namun untuk kemaslahatan umat,’’ katanya.
Terkait ketidakhadiran sejumlah pengurus DPC, Mardiono menjelaskan bahwa secara aturan partai, Muswil tetap dinyatakan kuorum. Menurutnya, kehadiran unsur pimpinan DPC telah terpenuhi meskipun tidak seluruh ketua dan sekretaris hadir bersamaan.
BACA JUGA:Pengadaan Lampu Berbinar di Dinas Dikbud Bengkulu Tengah Bernilai Miliaran Dilirik APH
BACA JUGA:Soal Laporan Oknum Kabid di Dinas Dikbud Jarang Ngantor, Ini Penjelasan Terkait Prosedur Penanganan
‘’Secara AD/ART partai, beberapa ketua atau sekretaris DPC yang tidak hadir, Muswil ini tetap kuorum. Karena ada ketua DPC yang tidak hadir namun sekretarisnya hadir, ada sekretaris yang tidak hadir namun ketuanya hadir. Kita jalan terus dan membangun secara demokrasi,’’ jelasnya.
Mardiono juga menyinggung komitmen kader terhadap konstitusi partai. Ia menilai sikap tidak menghadiri agenda resmi partai dapat menjadi indikator loyalitas kader.
‘’Terkait yang tidak datang, apakah nanti mereka masih setia terhadap konstitusi atau tidak. Artinya, jika mereka tidak setia berarti mereka bukan kader yang diinginkan bagi PPP,’’ tegasnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa partai memiliki mekanisme tersendiri dalam menyikapi hal tersebut, termasuk terkait sanksi.
BACA JUGA:Geger! Pria Asal Desa Lagan Bungin Bengkulu Tengah Meninggal Dunia Usai Membelah Kayu
BACA JUGA:Ini Dia Jadwal Resmi Cuti Bersama ASN 2026 yang Diumumkan Prabowo, Ada 8 Hari
‘’Kalau untuk sanksi, semua itu ada mekanismenya, dan nanti akan ada punishmentnya,’’ tambahnya.
Sementara itu, mengenai tidak dilibatkannya Sekretaris Jenderal dalam surat kegiatan Muswil, Mardiono membantah adanya pengucilan. Ia menyebut bahwa Sekjen tidak menolak dilibatkan, melainkan belum bersedia terlibat dalam skala keputusan maupun kegiatan tertentu.
‘’Terkait Sekjen yang tidak dilibatkan dalam surat itu, bukan tidak dilibatkan, namun belum mau terlibat dalam skala keputusan atau skala kegiatan. Bukan berarti tidak dilibatkan, setiap rapat atau kegiatan selalu diundang, namun untuk saat ini belum mau terlibat, itu sah-sah saja,’’ pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
