RAKYATBENTENG.DISWAY.ID – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Bengkulu Tengah terus diperkuat melalui berbagai program berbasis masyarakat. Salah satunya dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bengkulu Tengah dengan menggelar pelatihan edukasi gizi melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di 10 desa yang tersebar di lima kecamatan. Kegiatan yang merupakan bagian dari Advokasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana sesuai kearifan lokal ini dibuka langsung oleh Kepala DP3AP2KB Bengkulu Tengah, Gunawan Suryadi, S.Sos., M.AP . BACA JUGA:Hanya Butuh 24 Jam, Tim URC Polres Bengkulu Tengah Ringkus Pencuri Motor Kabur ke Kepahiang BACA JUGA:Kontraktor Rehab Balai Didesak Berikan Klarifikasi Terkait Dugaan Kejanggalan Peserta kegiatan terdiri dari kepala desa, kader KB, kader kesehatan, kader PKK, ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang berisiko stunting. Dalam sambutannya, Gunawan menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan serius yang harus ditangani secara bersama-sama. Menurutnya, edukasi mengenai pemenuhan gizi seimbang menjadi langkah penting agar masyarakat memahami cara mencegah stunting sejak dini. BACA JUGA:Dampak Siltap Berbulan-bulan Nunggak, Kantor Desa di Bengkulu Tengah Sepi dan Layanan Warga Terganggu BACA JUGA:Pejabat RSD Eksis di Medsos Panen Kritik, GOLBE: Rumah Sakit Bukan Studio TikTok! "Eliminasi kasus stunting menjadi tanggung jawab kita bersama. Melalui pelatihan ini kami berharap kepala desa, ibu hamil, ibu menyusui, kader, serta keluarga berisiko stunting semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi melalui Program DASHAT yang dapat dilaksanakan di desa masing-masing," ujar Gunawan. Ia menjelaskan, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya stunting, tetapi juga memperkuat komitmen pemerintah desa dalam mendukung penyelenggaraan Program DASHAT sebagai salah satu strategi percepatan penurunan stunting. Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DP3AP2KB, Arsa, S.Sos., melalui Analis Keluarga Berencana sekaligus narasumber kegiatan, dr. Listikarini Hilen Widyastuti, MARS, menjelaskan bahwa Program DASHAT mengedepankan pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki risiko stunting. BACA JUGA:GOLBE Ultimatum Pemkab Bengkulu Tengah, Minta Kadis Dukcapil Definitif Segera Dilantik BACA JUGA:Sambut HUT Kemerdekaan RI, Warga Bengkulu Tengah Diminta Kibarkan Bendera Merah Putih Selama Agustus Menurut Hilen, pelatihan dilaksanakan di lima kecamatan, yakni Kecamatan Talang Empat, Pondok Kelapa, Bang Haji, Merigi Sakti, dan Merigi Kelindang. "Konsep DASHAT adalah kader KB, kader PKK, dan kader kesehatan bersama-sama menyiapkan makanan bergizi berbahan pangan lokal untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga rentan stunting. Pendanaannya dapat berasal dari pemerintah desa maupun sumber lainnya," jelas Hilen. Ia menambahkan, saat ini sejumlah desa di Bengkulu Tengah telah mulai menjalankan Program DASHAT dengan pola pemberian makanan bergizi yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran desa, baik setiap tiga bulan, enam bulan, maupun satu tahun sekali. BACA JUGA:Jangan Ketinggalan! Lomba Solo Song HUT RI dan PPSKBT Bengkulu Tengah Berhadiah, Segera Daftar BACA JUGA:Akses Warga ke Lahan Pertanian Sempat Terputus, Jembatan Gantung Rindu Hati Butuh Perbaikan Permanen Selain memberikan materi mengenai konsep gizi seimbang, peserta juga mendapatkan praktik langsung mengolah menu bergizi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh masyarakat. "Melalui pelatihan ini kami ingin masyarakat memahami apa itu stunting, bagaimana cara mencegahnya, serta mampu menyusun menu bergizi yang sederhana, sehat, dan sesuai kebutuhan ibu maupun anak. Harapannya, Program DASHAT benar-benar menjadi gerakan bersama di tingkat desa dalam menekan angka stunting," tutup Hilen.