RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Eksistensi jajaran RSD Sungai Lemau Bengkulu Tengah di sosial media mulai dari pejabatnya hingga bawahan, sesekali melibatkan nakes kembali mendapat kritikan. Bahkan kritikan kali ini yang datang dari aktivis GOLBE tergolong pedas. Dimana disebutkannya bahwa rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan untuk merawat orang sakit, memberikan pengobatan medis, bukannya studio TikTok yang saban aktivitas dibuatkan konten. BACA JUGA:GOLBE Ultimatum Pemkab Bengkulu Tengah, Minta Kadis Dukcapil Definitif Segera Dilantik BACA JUGA:Sambut HUT Kemerdekaan RI, Warga Bengkulu Tengah Diminta Kibarkan Bendera Merah Putih Selama Agustus "Rumah sakit yang sudah dibangun megah dan menghabiskan ratusan miliar bukannya untuk dijadikan studio TikTok. Pasien butuh perawat, butuh dokter, bukan butuh konten-konten yang tidak ada faedahnya. Fokus saja dengan tugas pokok, berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tidak perlu pencitraan di medsos, masyarakat butuh tindakan nyata," kata Hasnul Effendi, Koordinator GOLBE. "Kami mendesak bupati dan kadis dinkes menegur pimpinan rumah sakit, jangan menunggu ada kelalaian dari segi pelayanan hingga memakan korban baru bertindak. Sebab fokus nakes, tenaga medis atau pengelola teralihkan dari keselamatan pasien menjadi urusan membuat konten. RSUD sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan daerah tidak boleh dirusak oleh kelakuan pejabat yang lebih mementingkan eksistensi di dunia maya," lanjut Fendi.