Antrean Bio Solar Mengular di Benteng, Sopir Angkutan Rela Mengantre hingga 4 Jam

Rabu 08-07-2026,10:53 WIB
Reporter : Ricky Saputra
Editor : Leonardo Ferdian

 

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID – Pemandangan antrean panjang kendaraan kembali menghiasi sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bengkulu Tengah, Selasa (7/7/2026).

 

Di SPBU Ujung Karang, Kecamatan Karang Tinggi, antrean kendaraan di jalur pengisian Bio Solar bahkan mengular hingga hampir 300 meter.

 

Salah seorang sopir truk engkel, Mardian, mengaku terpaksa memarkirkan kendaraannya di bahu jalan dan menunggu hingga berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar.

 

BACA JUGA:Warga Sekitar Ikut Terdampak Padamnya Lampu Berbinar Sekolah

BACA JUGA:Wabup Tarmizi: Pengendalian Inflasi Tugas Bersama, TPID Harus Rutin Turun ke Pasar!

 

Keterlambatan ini dipicu oleh pasokan BBM yang belum tiba di lokasi.

 

"Informasi dari kawan-kawan sesama sopir, mobil tangki Pertamina belum tiba untuk bongkar muatan, jadi stok di SPBU masih kosong. Saya sendiri sudah menunggu hampir empat jam di sini," keluh Mardian sekitar pukul 15.00 WIB.

 

Keluhan serupa disampaikan oleh Ris, sopir angkutan lainnya. Kendati harus menunggu lama, ia menilai kondisi antrean kali ini masih relatif kondusif jika dibandingkan dengan kelangkaan parah yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

 

BACA JUGA:Sokong Harkamtibmas di 3 Kecamatan, Polsek Pondok Kelapa Diguyur Bantuan Kendaraan Mabes Polri

BACA JUGA:Belum Tetapkan Tersangka Dugaan Penggelapan Uang Bisnis Sapi, Begini Penjelasan Polsek

 

"Ini murni karena mobil pasokan belum datang saja. Biasanya kalau tangki Pertamina sudah bongkar muatan dan Solar sudah diisi, antrean sepanjang ini bisa terurai dalam waktu satu jam lebih," kata Ris.

 

Kondisi berbeda terlihat di SPBU Kembang Seri. Salah seorang sopir angkutan material, Sunarto, menyebutkan bahwa lonjakan antrean di lokasi tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan karena kebiasaan para sopir yang datang secara berkelompok di waktu yang bersamaan.

 

"Para sopir ini biasanya punya komunitas. Jadi kalau satu masuk untuk mengisi (Bio Solar), yang lain langsung ikut mengantre. Makanya wajar kalau tiba-tiba barisan kendaraan jadi panjang. Bagi kami yang sehari-hari di jalan, fenomena antrean bersamaan ini sudah menjadi hal biasa," pungkas Sunarto.

 

 

 

Tags :
Kategori :

Terkait