Kasus Dugaan Keracunan MBG, Bupati Minta Publik Bersabar Tunggu Hasil BPOM

Selasa 05-05-2026,14:40 WIB
Reporter : Nugroho Bayu Santoso
Editor : Leonardo Ferdian

 

RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah hingga kini masih menunggu hasil resmi uji laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait dugaan kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah pelajar SD dan SMP beberapa waktu lalu.

 

Hasil tersebut menjadi penentu utama keberlanjutan program yang saat ini tengah disorot publik, khususnya terkait operasional.

 

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kembang Seri 1 yang saat ini dihentikan sementara.

 

Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, ST, MAP menegaskan bahwa pihaknya memilih untuk tidak berspekulasi sebelum hasil resmi dikeluarkan oleh BPOM.

 

BACA JUGA:Tinjau Ulang Jabatan Kabid Rangkap Plt Dirut RSD, Dewan: Apakah Tidak Ada Orang Lain?

BACA JUGA:Karut-marut Seragam Olahraga Guru: Dinas Siapkan Panggilan ke-2, Dewan Dituding ‘Macan Ompong’

 

Ia meminta semua pihak memberikan ruang kepada tim BPOM agar dapat bekerja secara profesional dan menyeluruh.

 

Menurutnya, proses pengujian membutuhkan waktu dan ketelitian, mengingat hasilnya akan berdampak langsung pada kebijakan pemerintah daerah.

 

Selain itu, Bupati juga mengakui belum mengetahui secara pasti kondisi teknis yang dihadapi tim BPOM di lapangan.

 

Hal ini menjadi salah satu alasan belum keluarnya hasil uji hingga saat ini.

 

Di tengah situasi tersebut, masyarakat diminta tetap tenang dan menunggu hasil resmi sebagai dasar pengambilan keputusan yang objektif dan tepat.

 

BACA JUGA:Pimpin Gelar Operasional Triwulan I Tahun 2026, Kapolda Bengkulu Beri Penghargaan kepada Polres Berprestasi

BACA JUGA:Pemkab Bengkulu Tengah Siapkan 4.000 Dosis Vaksin PMK Menyambut Iduladha

 

“Kita menghargai teman-teman di BPOM yang masih bekerja sampai hari ini. Kita beri ruang dan waktu untuk mereka, mengingat hasil ini nanti akan menentukan nasib keberlangsungan dari SPPG yang disuspend tersebut,” ujar Rachmat.

 

Ia menambahkan, pemerintah daerah belum dapat memastikan penyebab pasti kejadian dugaan keracunan tersebut.

 

Bisa saja terdapat kendala teknis dalam proses pengujian yang membutuhkan waktu lebih lama.

 

“Kita belum mengetahui keadaan di sana seperti apa, mungkin ada kendala di alat yang kurang, atau mungkin prosesnya masih harus dilakukan di mana. Sehingga, kita berharap hasilnya segera ada dan nasib SPPG tersebut menjadi jelas,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Rachmat menyampaikan harapannya agar program Makan Bergizi Gratis dapat segera kembali berjalan.

 

BACA JUGA:Hari ke-7 Operasional Haji: 34.657 Jemaah Diberangkatkan, 30.611 Jemaah Telah Tiba di Medinah

BACA JUGA:Hari Keenam Operasional Haji 2026: 28.274 Jemaah Sudah Diberangkatkan

 

Pasalnya, program tersebut dinilai memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak di Bengkulu Tengah.

 

“Saya masih sangat berharap SPPG ini dapat beroperasi kembali, karena anak-anak kita membutuhkan MBG ini. Mereka sangat menunggu dan membutuhkan makan bergizi gratis ini,” tegasnya.

 

 

Tags :
Kategori :

Terkait