RAKYATBENTENG.DISWAY.ID - Unit Tipidkor Polres Bengkulu Tengah telah mengagendakan jadwal pemeriksaan kedua terhadap mantan Kadis Dikbud, Tomi Marisi. Pemeriksaan terkait kegiatan pengadaan lampu program Berbinar TA 2025 senilai Miliaran Rupiah. Sebelumnya Polres sudah melayangkan panggilan pemeriksaan namun lantaran Tomi sedang ada kegiatan dinas maka diundur. Kapolres Bengkulu Tengah, AKBP. Totok Handoyo, S.Ik melalui Kasat Reskrim, AKP. Junairi, S.H., M.H., melalui Kanit Tipikor, Ipda. Nopiarman, S.H., menjelaskan, mengenai tidak hadirnya Tomi pada panggilan pertama memang dikarenakan adanya kegiatan lain dalam waktu yang bersamaan. BACA JUGA:Jejak Sejarah Masjid Al Ikhlas Padang Betuah, Berdiri Sejak 1823 dan Sarat Nuansa Islami BACA JUGA:Atap Rumah Warga Pondok Kubang Ambruk di Terjang Badai Akan tetapi, dari konfirmasi terakhir yang bersangkutan bersedia hadir pada Senin, 2 Maret 2026. "Awalnya memang bertepatan dengan kegiatan beliau dalam waktu yang sama. Tetapi beliau kooperatif dan selalu mengkonfirmasi kalau berhalangan hadir, bahkan beliau juga mengirimkan jadwal kegiatannya. Dia juga menyatakan siap hadir di hari Senin nanti," kata Nopiarman. Nopiarman menambahkan, jika pada Senin, 2 Maret 2026 yang bersangkutan tetap berhalangan hadir maka pihaknya akan tetap melayangkan panggilan serta menyampaikan kepada pimpinan yang bersangkutan, yakni Bupati Bengkulu Tengah. "Kalau yang bersangkutan masih belum dapat hadir dalam undangan pemanggilan pada senin nanti, kita tetap akan memberikan surat undangan kembali. Dan juga akan menyampaikan kepada Bupati Bengkulu Tengah," pungkas Nopiarman. BACA JUGA:Sunda Kelapa Residence Jadi Pusat Takjil Favorit, UMKM Raup Cuan di Bulan Suci BACA JUGA:Bengkulu Tengah Susul Kabupaten Kepahiang, Siskeudes Online Ditargetkan Jalan Tahun Ini Untuk diketahui, pengadaan lampu penerangan program Berbinar di sekolah-sekolah Kabupaten Bengkulu Tengah TA 2025 menyisakan karut-marut yang menyita perhatian serius Bupati Rachmat Riyanto. Diawali dengan besaran anggaran mencapai Miliaran Rupiah publik mengkritik banyaknya lampu yang padam, belakangan pihak rekanan angkat bicara bahwa masa pemeliharaan saat itu masih berlangsung, seluruh laporan kerusakan diklaim telah ditindaklanjuti. Fakta lain terungkap bahwa pemasangan lampu menjadi beban bagi sekolah, pasalnya tagihan listrik membengkak sementara sumber dananya tidak bertambah. Terakhir diperoleh info bahwa untuk dana perawatan di Dinas Dikbud tahun ini belum jelas. BACA JUGA:OPD Bengkulu Tengah Gercep Laksanakan Instruksi Presiden Wujudkan Gerakan Indonesia Asri BACA JUGA:Polemik HGU Memanas, Warga Genting Tolak Pembangunan Siring Gajah PT Bio Nusantara Sudah barang pasti jika dikembalikan juga ke sekolah penerima lampu semakin menambah beban, alhasil lampu-lampu itu bakalan jadi pajangan lantaran tidak dinyalakan dan tidak diperbaiki jika terjadi kerusakan.